Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Inilah Fakta 19 Ibu Kota Kecamatan di Tulungagung, Nomor 8 Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Ngrowo

Dharaka R. Perdana • Selasa, 15 Oktober 2024 | 00:04 WIB

Bagian depan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Bagian depan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

TULUNGAGUNG – Meskipun berstatus ibu kota kecamatan di Tulungagung, desa dan kelurahan berikut memiliki keunggulan dibanding desa atau kelurahan di sekitarnya.

Belum lagi ditunjang  sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat. Mari kita bahas satu persatu fakta 19 ibu kota kecamatan di Tulungagung.

1. Desa Bandung, Kecamatan Bandung 

Letak Desa Bandung, Kecamatan Bandung terhitung strategis. Karena berada di persimpangan menuju objek wisata di Tulungagung maupun Prigi, Trenggalek. 

Bersama dengan Desa Mergayu dan Desa Suruhan Kidul, Desa Bandung membentuk kawasan perkotaan Bandung yang cukup ramai. 

2. Desa Besuki, Kecamatan Besuki

Desa Besuki, Kecamatan Besuki berada di jalur utama menuju JLS Tulungagung-Trenggalek yang sarat objek wisata bernuansa pantai. 

Meskipun belum terlihat seperti ibu kota kecamatan yang ramai, namun di sekitarnya juga ada beberapa fasilitas pendukung.

Akan tetapi sudah masuk ke wilayah desa lain.

Desa Besuki memiliki wilayah dengan luas 811,175 hektare dan terbagi menjadi dua dusun, yakni Besuki dan Tumpuk. 

3. Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu

Posisi Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu cukup strategis. Tak mustahil cukup banyak fasilitas pendukung, khususnya yang berada di sekitar simpang empat Boyolangu. 

Selain ada pasar, di sekitar desa yang memiliki tiga dusun ini setiap hari cukup banyak penjaja makanan ringan maupun berat yang bisa melayani masyarakat. 

Selain itu di sini juga ada Candi Gayatri peninggalan Kerajaan Majapahit.

4. Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat

Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat sejak dulu memiliki peran yang cukup penting.

Apalagi letaknya berada di bekas ibu kota Kawedanan Campurdarat. 

Tak mustahil di situ banyak terdapat fasilitas pendukung aktivitas masyarakat. 

Seperti Polsek Campurdarat, Koramil Campurdarat, Pasar Campurdarat, RSUD Campurdarat dr Karneni, dan lain sebagainya.

Desa Campurdarat terbagi menjadi tiga dusun. Yakni Ngingas, Campurjanggrang, dan Blumbang.

5. Desa Gondang, Kecamatan Gondang.

Desa Gondang, Kecamatan Gondang berada di dekat jalur nasional Tulungagung-Trenggalek dan terhitung cukup ramai.

Sejak pagi hingga malam, roda perekonomian terus bergerak di kecamatan ini. Karena juga punya area pertokoan dan dekat kawasan pasar.

Desa Gondang terdiri dari lima dusun utama, yaitu Sendung, Babatan, Genengan, Ngebrak, dan Krajan. 

6. Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo

Letak geografis Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo cukup strategis.

Karena berada di persimpangan jalur alternatif utama Tulungagung-Kediri. 

Desa ini memiliki dua dusun yaitu Dusun Kuncen (Pakuncen) dan Dusun Krajan.

Desa ini memiliki luas wilayah 154 hektare dan 74 hektare di antaranya lahan pertanian. 

7. Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir

Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir terbagi dalam tiga dusun. Yaitu Karangtalun, Karangsono, dan Bendiljet. 

Lokasi desa ini berada di persimpangan menuju kawasan jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung-Blitar. 

Tentunya ini menyimpan potensi besar pengembangan ekonomi warga, mengingat desa ini memiliki banyak potensi

8. Desa Kauman, Kecamatan Kauman

Desa Kauman, Kecamatan Kauman berada ibu kota Kabupaten Ngrowo sebelum pindah ke Tulungagung sekarang. 

Desa ini memiliki empat dusun dan memiliki hampir semua fasilitas publik di Kecamatan Kauman.

Termasuk Taman Ketandan yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau di Tulungagung.

9. Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru

Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru terbagi menjadi tiga dusun. Yaitu Kedungsingkal, Ketanon, dan Gempolan.

Pusat keramaian Desa Ketanon berada di sepanjang Jalan Sultan Agung maupun Jalan Pahlawan.

Di situ bercokol berbagai lokasi ekonomi dan pertokoan.

Hal ini pun bisa menunjang berbagai kantor organisasi perangkat daerah milik Pemkab Tulungagung.

10. Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru

Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru berada di dekat jalan nasional Tulungagung-Kediri.

Desa ini terbagi menjadi tiga dusun, yakni Bendosari, Ngasinan, dan Penjalinan.

11. Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut

Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut memiliki luas sekitar 3,73 kilomter persegi. Desa ini dibagi menjadi 10 dusun, 28 RW, dan 78 RT.

Secara geografis Desa Ngunut memiliki letak yang cukup strategis.

Karena seluruh wilayah berada pada tanah datar dan menjadi jalur penting pusat Kecamatan Ngunut.

Karena memiliki tingkat mobilitas yang cukup padat, khususnya mobilisasi angkutan hasil-hasil perindustrian, pertanian maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya. 

Selain itu juga didukung fasilitas kesehatan seperti posyandu terbanyak, yaitu 14 unit dan layanan kesehatan lainnya seperti puskesmas, rumah sakit, klinik, dan lain lain.

12. Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo

Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo terbagi menjadi tiga dusun, yaitu Pabyongan, Bantengan, dan Bringin. 

Warga Desa Mulyosari kebanyakan berprofesi sebagai petani, mulai padi, jagung, dan lain sebagainya. 

Secara geografis desa ini memang sangat baik untuk bercocok tanam. Beberapa warga juga ada yang berprofesi sebagai peternak dan wiraswasta. 

Selain itu pemerintah desa bersama warga sudah memulai menciptakan area wisata, yaitu budidaya anggrek dan kampung pelangi. 

13. Desa Pakel, Kecamatan Pakel

Desa Pakel, Kecamatan Pakel memiliki luas 118,165 hektare dan terdiri dari 2 dusun, yakni Krajan dan Brombong.

14. Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban

Di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban bercokol beberapa objek wisata bernuansa pantai, termasuk Pantai Kedungtumpang yang cukup terkenal.

Desa Pucanglaban terbagi menjadi tiga dusun. Yaitu Apakbranjang, Pucanglaban, dan Panggungpucung.

15. Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan

Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan terbagi menjadi empat dusun. Yakni Rejotangan, Pundensari, Kates, dan Jajar.

Di desa ini terdapat kantor Kecamatan Rejotangan dan Stasiun Kereta Api Rejotangan yang letaknya berdekatan dengan Pasar Desa Rejotangan.

Desa Rejotangan memiliki sejumlah potensi pertanian. Pertanian pangan berupa sawah padi masih mendominasi usaha agraris masyarakat. 

Salah satu yang menarik ialah kampung belimbing, yakni kawasan desa yang menjadi sentra buah belimbing. 

Hampir seluruh warga di kawasan ini menanam belimbing yang hasilnya dipasok ke sejumlah kawasan di Kecamatan Rejotangan dan sekitarnya.

16. Desa Sendang, Kecamatan Sendang

Desa Sendang, Kecamatan Sendang terletak di dataran tinggi di timur Gunung Wilis. 

Desa ini terbagi dalam dua dusun, yakni Sendang dan Jengglik.

17. Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol ini terbagi menjadi dua dusun, yaitu Gempol dan Selojeneng. 

Bahkan nama Dusun Gempol dijadikan nama kecamatan yang berada di sisi timur Tulungagung ini.

18. Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung

Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung memiliki luas administrasi 245,604 hektare. 

Desa ini terdiri dari enam dusun, yaitu Tanggunggunung, Kalitalun, Ngipik, Ngemplaksari, Pule, dan Klampok.

19. Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungagung

Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungagung tidak jauh di pusat pemerintahan Kabupaten Tulungagung. Di sekitar kelurahan ini terdapat berbagai fasilitas publik, seperti kesehatan, perbankan, dan pusat perbelanjaan.

Begitulah sekilas fakta dari ibu kota 19 kecamatan di Tulungagung. Semoga menambah wawasan anda. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #ibu kota kecamatan #ibu kota #ibu kota kecamatan di tulungagung