TULUNGAGUNG - Nama Kalangbret di era sekarang boleh saja hanya disandang sebuah desa di Kecamatan Kauman, Tulungagung.
Namun tahukah kamu, ternyata wilayah ini merupakan salah satu ‘master piece’ Tulungagung di masa lalu.
Apalagi wilayah ini pernah menghiasi panggung sejarah. Karena pernah menjadi salah satu wilayah pusat pemerintahan bupati-bupati Tulungagung di masa lalu, juga sempat menyandang status kawedanan.
Bahkan jika dirunut lebih ke belakang, wilayah ini sudah ada sejak zaman kuno, khususnya pada era Hindu-Budha.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ada Enam Eks Kawedanan di Tulungagung, Di Mana Saja Mereka?
Dilansir dari kalangbret.tulungagungdaring.id, nama Kalangbret ternyata sudah ada sejak zaman Hindu-Budha.
Hal ini dibuktikan pada Prasasti Mula Malurung peninggalan Kerajaan Singhasari yang ditemukan di Kediri pada 1975.
Jumlah dari lempengan—lempengan itu sebanyak 10 lempengan, dan itu pun masih banyak lagi yang belum diketemukan.
Dalam tiap—tiap lempengan itu berisikan ukiran tulisan—tulisan yang mana pada lempengan k—3, 4, 5 menyebutkan bahwa :
Lempengan Ketiga
… ri kalani bhumisoddhana
(…ketika berlangsungnya penyucian tanah)
Lempengan Keempat
… di muwahri kalani kapratista ni. Yuyutnira nkae Syang Hyang dharma ri kalangbret sang pramaraja Pinakapura.
(…dan ketika berlangsung upacara peresmian bangunan suci (Kapratista) untuk buyut (yuyut) nya (Smaningrat) atau Wisnuwardhana Raja Singosari di Sang Hyang dharma di Kalangbret Sang Pranaraja bertindak sebagai pe..)
Lempengan Kelima
…ssora nin anhuwasaken samabhara ni karyya.
(…mimpin untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan)
Baca Juga: Inilah Fakta 19 Ibu Kota Kecamatan di Tulungagung, Nomor 8 Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Ngrowo
Hal ini diperjelas lagi pada jaman Majapahit (1292—1478 M) khususnya dalam Kakawin Negara Kertagama.
Di situ menyebutkan tentang adanya bangunan suci kerajaan di Kalangbret yang merupakan salah satu dari 27 bangunan suci yang ada pada zaman itu (1365 M).
Yaitu bangunan suci pendharmaan seorang tokoh raja besar yang merupakan kakek buyut Nararya Sminingrat atau Prabu Jayawisnuwardhana.
Disinyalir, bahwa tokoh raja besar ini adalah sosok ayah kandung dari pendiri Kerajaan Tumapel dan Wangsakara Rajasawangsa, yaitu Ken Angrok atau Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi.
Ia berada satu generasi di atas Ken Angrok dan sosok raja ini memiliki hubungan pertalian darah dengannya.
Baca Juga: Ini Cerita Jalur Lori PG Modjopanggoong Tulungagung, Salah Satunya Mengarah ke Stasiun Tulungagung
Dengan demikian Kalangbret dalam Kakawin Negara Kertagama memiliki kedekatan dengan nama Kalangbret yang disebut dalam Prasasti Mula—Malurung.
Hal ini diyakini menunjuk pada tempat atau lokasi yang sama. Jika benar demikian, terjadi variasi penyebutan yang berbeda.
Yakni “Kalang Bret” dalam Mula—Malurung dan “Kalang Brat” dalam Kakawin Negara Kertagama. Hal ini memang memungkinkan karena pengaruh dari kakawin pada zaman Mataram Islam.
Editor : Dharaka R. Perdana