TULUNGAGUNG - Eks Kawedanan Kalangbret bisa dikatakan memiliki posisi yang istimewa bagi Tulungagung.
Alasannya wilayah Kalangbret ini mengandung nilai historis yang tinggi bagi sejarah Tulungagung.
Apalagi wilayah ini sudah melewati berbagai garis waktu yang sangat panjang, hingga kini justru hanya disandang nama sebuah desa di Kecamatan Kauman.
Baca Juga: Kalangbret dari Kisah Adipati Kalang Disembret-sembret? Berikut Sekelumit Cerita Babad Tulungagung
Sempat muncul akronim jika Kalangbret merupakan akronim dari kisah Adipati Kalang disembret-sembret.
Sesuai yang tertulis dalam Babad Tulungagung yang dipentaskan di adegan ketoprak, benarkah demikian?
Nama Kalangbret sudah dikenal sejak zaman Hindu-Budha. Hal ini diperkuat munculnya nama Kalangbret pada Prasasti Mula Malurung dan Kakawin Negarakertagama.
Direktur Diskursus Institute Saiful Mustofa menjelaskan bahwa secara historis, Tulungagung pada masa lampau sudah melewati zaman Kerajaan Singhasari, Majapahit, Demak, sampai dengan Mataram Islam.
Baca Juga: Bukan di Kalangbret, Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung Justru Dibentuk di Desa Ini
Hal itu bisa dilacak pada Prasasti Mula-Malurung (1255) dan Kakawin Negarakretagama (1365).
Dua peninggalan sejarah itu menyebut nama Kalangbret yang ketika era Kadipaten Ngrowo sempat menjadi pusat pemerintahan.
Artinya, jauh sebelum nama Ngrowo atau Tulungagung muncul wilayah Tulungagung pada masa lalu lebih dikenal dengan sebutan Kalangbret.
Baca Juga: Kalangbret Sangat Bersejarah bagi Tulungagung, Benarkah Jadi Persemayaman Ayah Kandung Ken Angrok?
“Jadi makna Kalangbret yang dalam buku Sejarah dan Babad Tulungagung (1971) diasosiasikan sebagai akronim dari “Adipati Kalang yang disembret-sembret” itu tidak benar. Sebab dalam prasasti dan Negarakertagama sudah disebut istilah Kalangbret,” tutur Saiful Mustofa.
Dikutip dari sejarahjawaid.wordpress.com lempeng III-A Prasasti Mula Malurung tertulis : “ri kāla kapratiṣṭa nira yuyutira, ngkāne sang hyang dharmma ri kalang bret.”
Prasasti Mula-Malurung tidak menyebutkan siapa nama buyut Narāryya Sminingrāt. Hanya disebutkan bahwa tokoh tersebut didharmakan di Kalangbret.
Sedangkan di Kakawin Negarakertagama, nama Kalangbret bisa ditemukan di pupuh ke-73.
Bunyinya, Jumlah candi makam raja seperti berikut, mulai dengan Kagenengan disebut pertama karena tertua: Tumapel, Kidal, Jajagu, Wedwawedan. Di Tuban, Pikatan, Bakul, Jawa-jawa, Antang Trawulan Kalang, Brat dan Jago. Lalu Blitar, Sila Petak, Ahrit, Waleri, Bebeg, Kukap, Lumbang dan Puger. ****
Editor : Dharaka R. Perdana