TULUNGAGUNG - Memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 yang jatuh hari ini (28/10), kalangan pengusaha muda di Tulungagung meminta agar para milenial dan gen Z banyak berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sebaliknya, para senior di pemerintahan juga diharapkan lebih sering turun ke bawah untuk mendekatkan diri ke khalayak muda.
Pj Ketum BPC HIPMI Tulungagung, Fajar Sulihtiawan, menilai para pemuda di Tulungagung sudah cukup berperan dalam upaya pembangunan daerah, khususnya dari sektor ekonomi.
Hal ini dibarengi dengan proses pengawasan pemerintahan melalui tiga anggotanya yang duduk di kursi DPRD Tulungagung.
“Untuk saat ini, khususnya HIPMI, kita dari pengusaha yang memberikan kontribusi ke pemerintahan, khususnya dari pajak daerah. Karena otomatis kita bayarkan pajak dari yang kita dapat (dari kegiatan usaha, Red). Lalu, ada tiga anggota HIPMI yang jadi anggota DPRD dari berbagai parpol,” akunya.
Meski begitu, jadi kewajiban bagi anggota HIPMI secara khusus maupun masyarakat secara umum untuk memastikan seluruh proses pembangunan daerah berjalan secara optimal.
Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dengan cara pemberdayaan diri maupun orang-orang sekitar.
“Misalnya dari event-event yang ada, rata-rata diadakan pemuda. Mulai event konser, lari, dan lain-lain. Akhirnya ada perputaran uang. Tanpa kita sadari, kita bisa datangkan uang dari luar daerah untuk berputar di Tulungagung,” ucap Fajar.
Di tataran nasional, dia menambahkan, wakil presiden periode 2024-2029 berasal dari kalangan pemuda.
Hal ini harusnya jadi pelecut semangat bagi pemuda Tulungagung untuk memperbanyak karya demi kemajuan bangsa dan negara.
Bisa dimulai dengan tidak apatis terhadap berlangsungnya proses politik.
“Wakil presiden kita dari pemuda. Nah, pemuda-pemuda dari berbagai kota juga harus muncul jadi pemimpin. Kalau kita ingin jadi pemimpin di negara demokrasi pasti menggunakan parpol,” sambungnya.
Disinggung soal harapan pada para pemimpin, dia menerangkan bahwa selama ini kelompok muda kurang dilibatkan dalam proses-proses pengambilan kebijakan daerah.
Padahal, jumlah kaum milenial dan gen Z di Tulungagung terbilang lebih besar dari kelompok usia lain.
“Harapan kami kepada pemimpin selanjutnya agar teman-teman pengusaha muda aktif diajak musyawarah. Karena kita lihat calon-calon pemimpin kita usianya cukup lanjut. Sedangkan, demografi penduduk kita didominasi teman-teman muda. Yang diinginkan ada keterwakilan pemuda,” kata dia.
Menurut dia, percepatan pembangunan bisa dilakukan jika kalangan muda dan kalangan senior bisa sama-sama berkontribusi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Hal ini penting untuk dilakukan, mengingat kalangan muda cenderung punya pemikiran progresif dan kalangan senior punya pemikiran sistematis.
“Dan pemuda harus jaga kerukunan. Karena kita tahu, kalau ada isu-isu tertentu, kita masih terpecah belah. Gunakan jaringan pemuda untuk memajukan pemerintahan kita. Jadi, jangan buta politik dan jangan golput,” pungkasnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana