TULUNGAGUNG - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Tulungagung menggelar rapat monitoring pelaksanaan program PL-KUMKM 2024 pada Selasa (29/10) pagi.
Tepatnya di Azana Style Hotel Tulungagung. Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberi materi dan berdiskusi dengan ratusan petugas enumerator dalam program tingkat nasional ini.
Kepala Dinkop UM Tulungagung, Slamet Sunarto mengungkapkan, hal ini sesuai dengan undang-undang (UU) yang mengamanahkan adanya pembangunan basis data tunggal yang mencakup koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM).
Sebab, adanya basis data tunggal KUMKM diharapkan menjadi efisensi dalam pengelolaan informasi terkait koperasi dan UMKM.
“Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih transparan dan memudahkan akses bagi para pelaku usaha, dan membawa dampak positif pada perkembangan ekonomi nasional,” akunya.
Secara umum, program ini bertujuan untuk memperoleh data yang dapat memberikan informasi tentang pelaku usaha, unit usaha, atau perusahaan menurut wilayah maupun lapangan usaha. Dengan begitu, dapat dijadikan perencanaan, analis, baik data mikro maupun makro.
“Termasuk untuk mendapatkan informasi penggunaan tenaja kerja, pasokan, pasar, struktur organisasi, dan pengeluaran kegiatan usaha,” ucap Slamet.
Dia menambahkan, sebaran target data PL-KUMKM 2024 di Provinsi Jawa timur mencapai 4 juta KUMKM yang terbagi di 16 kabupaten/kota.
Lalu, Pemkab Tulungagung melalui dinkop UM ditarget 48 ribu KUMKM yang tersebar di 19 kecamatan dan 271 kelurahan/desa.
Pelaksanaan program ini dibagi dalam tiga periode.
Enumerator ditarget realisasi sebesar 18 ribu data di tiap-tiap periode. Adapun capaian dan realisasi data sampai saat ini 27.187 data atau sekitar 56,6 persen dari target total 48.000 data. Itu artinya, dinas perlu mendorong para enumerator agar bisa mencapai target hingga masa akhir pendataan nanti.
“Ya, tadi kita hadirkan dari BPS dan BNI sebagai mitra dan pemateri. Lalu, ada pokja dari dinas juga yang menyampaikan materi. Kalau peserta tadi total sekitar 197 orang,” ujar Slamet.
Sebagai gambaran, capaian PL-UMKM pada 2022 lalu mencapai 24.695 data dari total target 53.657 data. Jumlah itu terdiri dari 24.316 UMKM dan 379 koperasi. Lalu, sedianya, program ini ditutup pada 31 Oktober mendatang.
Mengingat adanya kendala teknis, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa pendataan selama 18 hari. Maka, program ini bakal ditutup pada 18 November mendatang. Hal ini harus dimanfaatkan oleh para enumerator untuk menggenjot capaian data KUMKM.(*/c1/rka)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra