Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

R-APBD Tulungagung 2025 Mulai Dibahas, Sementara Defisit Rp 165 Miliar

Dharaka R. Perdana • Jumat, 8 November 2024 | 23:41 WIB

Ilustrasi pergerakan ekonomi (Freepik)
Ilustrasi pergerakan ekonomi (Freepik)

TULUNGAGUNG - Memasuki pengujung tahun, Pemkab Tulungagung segera melayangkan R-APBD ke jajaran dewan untuk dibahas.

Meski tak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun lalu, pemkab memastikan nilai APBD bisa berubah karena menyesuaikan plafon anggaran dari pemerintah pusat.

Untuk diketahui, proses penyerahan raperda tentang R-APBD 2025 ke DPRD dilakukan pada 9 September lalu.

Baca Juga: Berikut Nama-nama Bupati di Tulungagung, Nomor 30 Pernah Ditahan KPK

Saat ini, pembahasan sedang dilakukan di tataran legislatif. Dalam hal ini, pimpinan daerah memastikan penyusunan R-APBD berpedoman pada rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun anggaran 2025.

“Adapun prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam RKPD Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025 berpedoman pada misi pembangunan RPD Tulungagung periode tahun 2024-2026. Yaitu, akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno.

Disinggung soal konstruksi R-APBD 2025, Heru mengungkapkan bahwa nilai pendapatan sebesar Rp 2,97 triliun (T), nilai belanja sebesar Rp 3,13 T, sehingga defisit sebesar Rp 165 miliar (M).

Baca Juga: Kembangkan Kawasan Wisata Halal, Dinkop UM Tulungagung Ancang-ancang Kucurkan Ratusan Juta

Meski begitu, dia memastikan bahwa nilai defisit bisa ditutup dengan penerimaan pembiayaan dengan nilai yang sama.

Jumlah di atas bisa saja berubah seiring adanya penentuan plafon anggaran dari pemerintah pusat.

Nah, hal ini akan kembali ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih lanjut.

Yakni bersama tim teknis terkait di lingkup pemkab. Laki-laki berkacamata ini juga mengungkapkan bahwa peningkatan APBD di tahun ini terbilang tidak signifikan.

Baca Juga: Waspadai Hujan saat Distribusi Logistik, KPU Tulungagung Lirik Tiga Perusahaan Pengiriman

“Itu konstruksinya masih sementara. Karena nanti ketika plafon anggaran dari pusat ada kepastian, itu akan terjadi perubahan. Ada kenaikan sedikit. Karena PAD kita dari PBB (pajak bumi dan bangunan, Red) sampai hari ini sudah terpenuhi. Semoga pajak dan retribusi lain bisa melebihi target,” ucapnya.

Dalam perancangan APBD tahun depan, pemkab juga perlu kembali menimbang berbagai program nasional yang akan diterapkan di tingkat hilir atau daerah.

Salah satunya adalah program makan bergizi gratis. Pemkab memang sudah menyiapkan anggaran untuk program ini.

Tapi, sampai saat ini belum ada petunjuk teknis pelaksanaan.

“Kalau disiapkan, sudah. Tapi secara khusus besarannya belum. Karena belum ada petunjuk baku,” kata dia.

Baca Juga: Hebat! Atlet Catur Kabupaten Tulungagung Sabet Medali Emas di Popda XIV Peparpeda II Jawa Timur 2024

Selain itu, rencana realisasi proyek nasional seperti halnya jalan tol Kediri-Tulungagung juga masuk agenda pembahasan.

Pasalnya, pembangunan akses tol akan berpengaruh pada sektor ekonomi di Tulungagung.

Meski begitu, laki-laki yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim ini mengaku ada indikasi pembangunan tol Kediri- Tulungagung bakal mundur dari jadwal semula.

“Bukan deadlock, tapi waktunya akan mundur. Karena masih fokus ke jalur dari bandara ke kota (Kediri, Red). Tapi, saya belum bisa memastikan apakah dibangun tahun depan,” pungkasnya. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#RAPBD 2025 #rapbd 2025 tulungagung #apbd #rapbd