TULUNGAGUNG - Tanaman bawang daun tidak hanya monopoli komoditi sayuran dataran tinggi atau pegunungan.
Bawang daun cocok tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 mdpl.
Meskipun di dataran rendah anakan bawang daun tidak terlalu banyak.
Daerah dengan curah hujan 150-200 mm/tahun dan suhu harian 18-25 derajat Celcius cocok untuk pertumbuhan bawang daun.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar, Kenali Jenis-jenis Bawang Daun di Indonesia
Tanaman ini menghendaki pH netral (6,5-7,5) dengan jenis tanah Andosol (bekas lahan gunung berapi) atau tanah lempung berpasir.
Benih bawang daun dapat berasal dari biji atau dari tunas anakan (stek tunas).
Tunas anakan diperoleh dengan cara memisahkan anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya dari induknya.
Baca Juga: 1.500 Peserta Meriahkan Jalan Sehat , Digelar PGRI Cabang Munjungan
Benih bawang yang berasal dari biji mempunyai kelemahan.
Yaitu waktu panen yang lebih lama dibandingkan dengan benih yang berasal dari tunas anakan.
Persemaian bibit dari stek tunas dapat langsung ditanam di lapangan dengan terlebih dahulu mengurangi perakarannya untuk mengurangi penguapan.
Benih dari biji harus disemai dahulu sebelum ditanam di lapangan.
Media semai berupa campuran pupuk kandang dan tanah (1:1) yang telah digemburkan.
Biji disebar secara merata kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis (dengan ketebalan 0,5-1 sentimeter) dan disiram secukupnya.
Bibit siap dipindahkan ke lapangan bila telah mempunyai 2-3 helai daun.
Untuk pengolahan lokasi tanam pun harus dicangkul dengan kedalaman 30-40 sentimeter kemudian ditambahkan pupuk kandang.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Cafe di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi
Hal ini dilakukan karena bawang daun menghendaki tanah yang gembur untuk pertumbuhannya.
Kemudian siapkan bedengan dengan lebar 1-1,2 m dengan panjang sesuai dengan kondisi lahan.
Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 30 sentimeter dan lebar 30 sentimeter.
Pembuatan parit sangat diperlukan agar drainase lancar karena bawang daun tidak menyukai adanya genangan air.
Jarak tanam yang digunakan 20 sentimeter x 25 sentimeter, 25 sentimeter x 25 sentimeter atau 20 sentimeter x 30 sentimeter.
Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang tanam kecil dan bibit atau tunas anakan ditanam dengan posisi tegak lurus dan ditimbun dengan tanah kembali dan disiram. ***
Editor : Dharaka R. Perdana