Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pusat Kota Tulungagung Rawan Muncul Genangan Lagi, Perkim: Drainase Tak Mumpuni

Dharaka R. Perdana • Selasa, 10 Desember 2024 | 18:38 WIB

Kondisi gang di belakang Stasiun Tulungagung saat tergenang maupun setelah genangan air surut. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi gang di belakang Stasiun Tulungagung saat tergenang maupun setelah genangan air surut. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung harus memutar otak untuk mengantisipasi munculnya genangan air pada musim penghujan.

Khususnya dalam perawatan drainase perkotaan dan saluran pembuang.

Diduga, kondisi drainase di pusat pemerintahan sedang tidak baik-baik saja. Bahkan dikhawatirkan peristiwa serupa bakal terus terulang.

Baca Juga: Dijatah DBHCHT Rp 1,8 Miliar, Satpol PP Tulungagung Bakal Maksimalkan di Pengujung 2024

Sekadar mengingatkan, permasalahan drainase sempat membuat perkotaan Tulungagung digenangi air pada Jumat (6/12) lalu.

Bahkan peristiwa itu membuat arus lalu lintas tersendat dan air sempat memasuki ruangan beberapa instansi.

Kepala Disperkim Tulungagung Anang Pratistianto mengatakan, pihaknya memang tidak mengira jika hujan deras pada Jumat lalu terhitung berdampak luar biasa.

Baca Juga: JLS Trenggalek Sulit Rampung di 2029, Pemkab Hanya Siapkan Rp 30 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Alhasil dia pun harus memikirkan banyak hal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Meskipun peristiwa pada Jumat lalu itu masuk kategori banjir sesaat.

“Permasalahan drainase tampaknya menjadi biang permasalahan genangan di kota. Saat ini kondisinya sudah tidak bisa dikatakan prima,” katanya, Senin (9/12).

Baca Juga: Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Dana BOS Divonis Empat Tahun Penjara, Ini Penjelasan Kejari Trenggalek

Anang, -sapan akrabnya menambahkan, pihaknya secara berkala memang melakukan pembersihan drainase.

Namun tingginya curah hujan ternyata membuat drainase tidak sanggup lagi menampung air yang turun dari langit.

Hingga akhirnya meluber ke jalanan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami sebenarnya sudah sering melakukan pembersihan saluran drainase secara berkala, Namun apa dikata, curah hujan terlampau tinggi saat itu,” tambahnya.

Mantan camat Kedungwaru ini melanjutkan, saat hujan deras itu air dari timur dan selatan Tulungagung pun akhirnya berkumpul di kota.

Baca Juga: Tahun Depan Fokus Benahi Infrastruktur Kawasan Selatan Tulungagung, PUPR: Khususnya Jalan Sirip JLS

Otomatis, Kali Jenes yang menjadi pengumpan sebelum air terbuang ke Kali Ngrowo pun tidak mampu lagi menampung.

“Istilahnya harus bergiliran sebelum terbuang ke sungai. Makanya ada yang meluber ke jalanan,” ungkapnya.

Pria berkumis ini mengaku, drainase di perkotaan Tulungagung memang sudah saatnya diperbarui.

Baca Juga: Tiga Ruas Jalan di Tulungagung Digelontor Rp 1,56 Miliar, PUPR: Memanfaatkan DBHCHT

Dia menilai drainase di bawah trotoar sudah tidak mumpuni lagi dalam menampung curahan air saat hujan deras mengguyur.

Sehingga dia memikirkan sebuah wacana untuk memecah aliran air dari drainase agar tidak semua mengalir ke kota.

“Dari wilayah timur bisa saja dibelokkan ke Sungai Brantas. Namun semua membutuhkan studi kajian dan waktu agar benar-benar terealisasi,” tuturnya.

Disinggung untuk upaya jangka pendek, pria paro baya ini mengaku terus menyiagakan personel. Sehingga saat ada permasalahan drainase bisa segera tertangani.

“Selama musim penghujan ini kami selalu menyiagakan personel,” ujarnya. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#genangan #tulungagung #genangan air #drainase #drainase tulungagung #penghujan