Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan Pembunuhan, Tewasnya Pemuda Tulungagung karena Penyakit

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 12 Desember 2024 | 23:40 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi Raditya Herlambang meninggal di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, pada Selasa (10/12) malam.(POLRES TULUNGAGUNG)
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi Raditya Herlambang meninggal di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, pada Selasa (10/12) malam.(POLRES TULUNGAGUNG)

Tulungagung - Sempat geger di media sosial, temuan seorang pria yang meninggal dunia di depan rumahnya pada Selasa (10/12) malam.

Raditya Herlambang, 47, warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, ditemukan meninggal bersimbah darah.

Petugas kepolisian memastikan bahwa korban meninggal bukan karena dibunuh.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, berdasarkan kronologi, peristiwa ini bermula ketika teman korban datang berkunjung ke rumah korban sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedatangan teman korban ini bertujuan untuk meminjam motor ke korban. Korban pun meminjamkan sepeda motor miliknya.

Kemudian, teman korban berniat mampir ke rumah korban lantaran curiga mendapati keadaan pagar rumah korban dalam keadaan tertutup dan terkunci gembok sekitar pukul 20.30 WIB.

Teman korban atau pelapor ini mencoba memeriksa kondisi tersebut, tak ayal pelapor justru dikagetkan dengan adanya orang yang tergeletak di teras rumah korban dalam kondisi tengkurap.

"Saksi yang pertama kali mengetahui kejadian itu merupakan teman korban yang dipinjami sepeda motor pada siang harinya. Saksi yang juga pelapor merasa curiga karena pagar rumah korban biasanya belum terkunci," jelasnya kemarin (11/12).

Mendapati hal itu, pelapor meminta bantuan warga setempat untuk membuka paksa gerbang dengan menggunakan alat penjapit agar bisa masuk.

Setelah berhasil masuk, diketahui korban dalam kondisi tergeletak tengkurap dan bersimbah darah tercecer di halaman depan rumah.

Temuan ini pun dilaporkan ke Polsek Kedungwaru.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kedungwaru bersama Unit Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr Iskak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian segera melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Hasilnya, jasad korban tidak ditemukan adanya penganiayaan.

"Awalnya dicurigai kasus ini mengarah pada pembunuhan, tetapi setelah diperiksa unit Inafis dan petugas medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban," ucapnya.

Usai diperiksa, korban dibawa ke RSUD dr Iskak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan otopsi demi mengungkap penyebab kematian korban.

Berdasarkan hasil otopsi itu, diduga penyebab kematian korban karena penyakit dalam paru-paru dan pecahnya pembuluh darah otak.

Kini korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka agar bisa segera dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Petugas kepolisian memastikan jika penyebab kematian korban bukanlah karena pembunuhan, melainkan karena penyakit yang diderita korban.

"Awalnya diduga ada indikasi pembunuhan atau kekerasan kepada korban. Namun, sesuai hasil otopsi tadi pagi, korban dinyatakan meninggal karena penyakit paru-paru dan pecahnya pembuluh darah otak," pungkasnya. (ziz/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri