Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Mojo di Tulungagung Patah, Pengguna Jalan harus Ambil Jalan Memutar

Mukhamad Zainul Fikri • Selasa, 17 Desember 2024 | 16:51 WIB

LEWAT ALTERNATIF: Jembatan Mojo yang menghubungkan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol dan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu yang patah pada bagian tengah.(FIKRI MZ/RADAR TULUNGAGUNG)
LEWAT ALTERNATIF: Jembatan Mojo yang menghubungkan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol dan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu yang patah pada bagian tengah.(FIKRI MZ/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Jembatan Mojo di Tulungagung yang menghubungkan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu dengan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol patah pada Senin (16/12) dini hari.

Akses warga pun terganggu, sampai harus berputar sejauh 4 kilometer (km) karena jembatan di selatan Tulungagung itu kini tidak bisa dilewati.

Baca Juga: Separuh Jalan di Tulungagung Amblas, Pengguna Jalan harus Melintas Bergantian

Nampak sejumlah pengguna jalan kecewa, lantaran jalur yang biasa dilalui terpaksa ditutup.

Tak sedikit pengguna jalan memilih untuk melalui jalur alternatif dengan memutar sejauh 4 kilometer

Warga setempat, Sumianto mengatakan, hujan deras selama enam jam mengakibatkan patahnya Jembatan Mojo.

Baca Juga: Meski Hanya Sehari, Dapur Umum di Trenggalek Sediakan Ribuan Porsi Makanan untuk Warga Terdampak Banjir

Padahal jembatan tersebut biasa digunakan masyarakat sebagai jalur penghubung antardesa.

Menurut dia patahnya jembatan penghubung tersebut terjadi pada Senin (16/12) sekitar pukul 03.30 WIB.

Para pengguna jalan terpaksa memilih jalur alternatif untuk melanjutkan aktivitasnya.

Baca Juga: Banjir, Jalur Trenggalek-Tulungagung Lumpuh, Ini yang Dilakukan Satlantas Polres Trenggalek

“Patahnya itu sekitar pukul 03.30 WIB. Alhasil banyak pengguna jalan yang memutar ke jalur alternatif,” jelasnya.

Diduga patahnya jembatan penghubung ini lantaran debit air sungai yang deras sehingga membuat volume air sungai semakin tinggi.

Tak hanya itu, banyaknya enceng gondok serta gelondongan kayu semakin memperparah pada tekanan jembatan tersebut.

Tentu kondisi ini menghambat aktivitas warga.

Pihaknya berharap agar jembatan penghubung tersebut dapat segera diperbaiki, sehingga dapat digunakan kembali.

“Alternatifnya ya harus mutar ke lewat Wajak terus ke Dusun Kedungjalin, ya sekitar 2 kilometer,” pungkasnya.

Baca Juga: Ngeri, Ini Sejumlah Wilayah di Trenggalek yang Terdampak Banjir, Kelurahan Kelutan Paling Parah

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Junjung, Hari Santosa membenarkan jika jembatan di desanya patah.

Jembatan yang dibangun pada 1980 itu tak mampu menahan dan patah pada bagian tengah.

Untungnya tidak ada warga yang melintas saat kejadian. “Jembatan ini patah sekitar Subuh,” ungkapnya.

Dia melanjutkan derasnya arus Sungai Parit Agung tidak hanya merusak jembatan.

Baca Juga: SMPN 2 Tulungagung: Berkreasi dengan Pesona Bambu, Karya-karya Kreatif Empero Berbahan Bambu

Melainkan, ada beberapa titik plengsengan yang longsor.

Di Desa Junjung saja setidaknya ada 2 titik plengsengan yang longsor.

Dia berharap instansi terkait bisa cepat melakukan perbaikan pada jembatan yang patah dan plengsengan longsor ini. Karena, jembatan itu merupakan akses utama bagi warganya.

Baik yang ingin ke Boyolangu atau sebaliknya. Tanpa jembatan itu, warga harus berputar sejauh 4 km.

“Kalau plengsengan yang longsor ini tidak segera diperbaiki bisa berbahaya bagi warga dan makin parah,” akunya. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#hujan #jembatan mojo #jembatan #penghujan #jembatan patah #jembatan mojo tulungagung