TULUNGAGUNG - Patahnya Jembatan Mojo di Tulungagung membuat Pemkab Tulungagung harus memikirkan penanganannya.
Mengingat jembatan yang menghubungkan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu dan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol Tulungagung ini cukup vital bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Jembatan Mojo di Tulungagung Patah, Pengguna Jalan harus Ambil Jalan Memutar
Sekda Tulungagung Tri Hariadi menjelaskan eksekutif dan legislatif telah sepakat perihal solusi jembatan patah ini.
Menurut dia, penanganannya akan dimasukan sebagai prioritas mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga sekitar.
Baca Juga: Separuh Jalan di Tulungagung Amblas, Pengguna Jalan harus Melintas Bergantian
“Jembatan itu dulunya dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), tetapi sudah menjadi aset pemkab,” katanya.
Dalam waktu dekat, Pemkab Tulungagung akan mengajukan pembangunan atau perbaikan jembatan itu melalui belanja tidak terduga (BTT) APBD Jawa Timur.
Pengajuannya dibarengkan dengan kerusakan infrastruktur lain yang terjadi pada akhir 2024 ini.
“Kita sudah berkomunikasi dengan BPBD Tulungagung supaya segera diusulkan untuk Jembatan Mojo ini,” katanya.
Mantan Kepala Disperindag Tulngagung ini menambahkan kapan jembatan itu akan diperbaiki belum bisa dipastikan.
Namun, dia berharap agar Pemprov Jatim bisa mengakomodir pengajuan pemkab sehingga jembatan patah ini bisa secepatnya dibangun.
Sekadar diketahui, Jembatan Mojo yang menghubungkan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu dengan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol patah pada Senin (16/12) dini hari.
Akses warga pun terganggu, sampai harus berputar sejauh 4 kilometer (km) karena jembatan itu kini tidak bisa dilewati.
Nampak sejumlah pengguna jalan kecewa, lantaran jalur yang biasa dilalui terpaksa ditutup.
Tak sedikit pengguna jalan memilih untuk melalui jalur alternatif dengan memutar sejauh 4 kilometer. ***
Editor : Dharaka R. Perdana