Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sosok Ibu Di Mata Gatut Sunu Wibowo Adalah Segalanya, Restu Ibu Menjadi Yang Utama

Mukhamad Zainul Fikri • Minggu, 22 Desember 2024 | 18:50 WIB

KASIH SAYANG: Gatut Sunu Wibowo selalu meminta restu kepada sang ibu dalam setiap mengambil langkah.
KASIH SAYANG: Gatut Sunu Wibowo selalu meminta restu kepada sang ibu dalam setiap mengambil langkah.
TULUNGAGUNG - Bagi calon bupati Kabupaten Tulungagung terpilih, Gatut Sunu Wibowo, sosok ibu adalah segalanya.

Hari ibu yang jatuh pada hari ini, menjadi momentum istimewa untuk mengingat peran luar biasa ibu dalam membangun keluarga dan bangsa.

Hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Menjadi pengingat peran ibu sebagai pendidik sejati, penjaga nilai moral dan etika, serta pemberi teladan cinta tanpa pamrih.

“Saya selalu teringat terus, bahwa perjuangan ibu itu sangat luar biasa. Tanpa ada ibu, saya tidak bisa seperti ini,” ungkap GS, sapaan akrabnya.

GS tidak pernah lupa, bagaimana sosok ibu membesarkannya dengan penuh cinta dan perjuangan.

Dia bercerita, saat dia kecil, ibunya bekerja sebagai pedagang palawija yang setiap harinya keluar rumah pukul 4 pagi.

“Dulu, sehari-hari ibu saya pagi jam 4 subuh sudah keluar rumah. Beliau telah berjuang membesarkan saya sampai sekarang,” ingatnya.

Kemudian, dalam setiap perjalanan hidupnya, GS tidak pernah lepas dari restu dan arahan sang ibu.

Sedari kecil, menjadi pengusaha sukses, menjadi wakil bupati Tulungagung, sampai kini menjadi calon bupati dengan suara tertinggi di Pilkada Tulungagung.

Apalagi dalam segala sesuatu yang sifatnya sakral, GS selalu meminta restu, petunjuk dan doa ibu.

Contohnya saat dia hendak mencalonkan diri sebagai wakil bupati Tulungagung periode 2018-2023 dan maju menjadi calon bupati Tulungagung, restu ibu tidak pernah ditinggalkan.

“Kalau ibu tidak memperbolehkan, pasti saya tidak berani,” akuinya.

Perjalanan hidup GS menjadi bukti bahwa cita-cita dan impian bisa terwujud dengan niat baik, semangat yang kuat, dan terpenting adalah doa dan restu ibu.

Dari seorang yang berlatar belakang sederhana nan biasa-biasa saja, sebentar lagi akan dilantik sebagai orang nomor satu di Tulungagung.

“Semua masyarakat Tulungagung tidak boleh berkecil hati. Kalau kita punya tekad bulat dan restu ibu, maka kita bisa mewujudkan cita-cita baik kita,” pesan GS.

KOMPAK: Gatut Sunu Wibowo (kanan) dan Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu (kiri) mempunyai pesan masing-masing pada momen hari ibu.
KOMPAK: Gatut Sunu Wibowo (kanan) dan Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu (kiri) mempunyai pesan masing-masing pada momen hari ibu.
Dan pada hari ini, pria ramah ini mengajak semua masyarakat Tulungagung untuk merayakan hari ibu.

“Pada Hari Ibu ini kita harus merayakan peran Ibu, bukan hanya peran pribadi, tetapi peran semua Ibu yang telah menyiapkan generasi kita untuk membangun Tulungagung,” tutup GS.

Sementara itu, Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu menambahkan bahwa peran ibu dalam keluarga dan membangun bangsa sangat penting.

Menurutnya, hari ibu menjadi momentum untuk bersyukur dan mengaprisiasi atas peran ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam setiap apa yang kita lakukan, tidak lepas dari doa ibu. Seperti anjuran agama bahwa ridho ibu adalah juga ridho Allah SWT,” katanya.

Endang berpesan untuk semua ibu serta calon ibu di Tulungagung untuk tetap semangat dalam menjalankan perannya.

Disamping itu, setiap ibu harus terus meningkatkan kualitas diri, berkarya dan mempunyai mimpi untuk diwujudkan. ***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#ibu #hari ibu #gatut sunu wibowo #bupati tulungagug #peringatan hari ibu