Tulungagung – Tingginya volume kendaraan tak diimbangi kondisi infrastruktur yang memadai.
Kondisi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.
Itu sebabnya, Dishub Tulungagung berencana kembali menggelar rekayasa lalu lintas.
Pemetaan dilakukan dinas dalam beberapa waktu terakhir.
Ada beberapa poin yang dijadikan indikator dalam penentuan titik macet.
Mulai dari tingginya volume kendaraan yang melintas, kondisi ruas jalan, dan beberapa faktor lain.
Pekan lalu dilakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan Desa Plosokandang.
Itu dilakukan usai dinas dan sejumlah unsur terkait melihat faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di titik yang dimaksud.
Dengan begitu, dilakukan kebijakan untuk melarang kendaraan roda empat melintas dari arah utara ke selatan.
Usai dilakukan kajian lanjutan, dinas bakal kembali melakukan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Ahmad Yani Timur Gang 5.
Alasannya, lebar ruas jalan dinilai kurang representatif untuk menampung dua lajur kendaraan yang melintas.
“Rencana kami yang terakhir, kita kemarin juga masih survei titik. Belum ada pemasangan rambu. Rencana nanti ruas jalan depan SMP Katolik Ahmad Yani Timur yang ke utara itu kita buat sama seperti yang di (sisi barat, Red) UIN,” ujar Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Tulungagung, Panji Putranto.
Hasil kajian awal, dimungkinkan forum LLAJ bakal membuat kebijakan untuk melarang kendaraan roda empat melintas dari arah selatan ke utara.
Sebab, kondisi di jalur yang dimaksud cukup sempit dan sulit dilintasi kendaraan roda empat yang berpapasan dari dua arah.
“(Larangannya untuk, Red) mobil saja. Sama seperti yang di UIN. Karena pas papasan roda empat susah. Mobil tidak boleh ke utara karena dari barat kan sudah tidak boleh mobil ke timur,” ucapnya.
Meski begitu, Panji belum dapat memastikan waktu pemasangan rambu anyar di lokasi yang dimaksud.
Sebab, dishub perlu membawa pembahasan ini ke forum LLAJ untuk dilakukan pembahasan lebih intens.
Tapi, dia menerangkan bahwa pemasangan rambu bakal dilaksanakan begitu proses komunikasi rampung.
“Untuk pemasangan nanti kita informasikan lebih lanjut,” jelasnya.(dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri