TULUNGAGUNG – Geliat mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai tampak di Terminal Gayatri Tulungagung.
Dalam lima hari terakhir, lonjakan penumpang di Terminal Gayatri Tulungagung mencapai sekitar 30 persen.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah (GPM) 2025 Bakal Disebarluaskan, Begini Alasan DKP Tulungagung
Adapun puncak arus mudik di Terminal Gayatri Tulungagung diprediksi terjadi pada 30-31 Desember mendatang.
Wassatpel Terminal Gayatri Tulungagung, Yono mengatakan, peningkatan jumlah penumpang dan armada bus terjadi sejak 22 Desember lalu.
Dalam kurun waktu sekitar lima hari, peningkatan jumlah penumpang mencapai sekitar 30 persen.
Baca Juga: Ratusan Goweser dan Runner Meriahkan LSR Tulungagung 2024, Ini Harapan Mereka pada Pemkab
“Mulai tanggal 22 (Desember, Red) kemarin sudah ada peningkatan mulai dari penumpang dan armada. Per hari rata-rata 30 persen lebih dari hari normal,” akunya.
Dia merinci, jumlah penumpang pada 23 Desember lalu mencapai sekitar 4 ribu orang.
Jumlah itu jauh meningkat dibanding hari normal yang mencapai sekitar 2-2,5 ribu penumpang per hari.
Baca Juga: Kolaborasi Apik Polres Tulungagung, Penyelundupan Narkoba di Lapas Berhasil Digagalkan
Yono menilai ada beberapa faktor yang menyebabnya jumlah penumpang melejit.
Faktor utamanya adalah libur panjang Nataru yang bersamaan dengan libur sekolah.
Buntutnya, satuan pelayanan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemnhub) ini meminta perusahaan jasa perjalanan untuk menambah jumlah armada jelang libur Nataru.
“Ini kan bareng dengan libur sekolah. Jadi peningkatannya signifikan. (Peningkatan, Red) armada cuma sekitar 20 persen, sebelumnya 250 unit. Pas ramai bisa mencapai 300 unit,” ujar Yono.
Lonjakan penumpang diprediksi kembali terjadi pada masa libur tahun baru.
Tepatnya pada 30-31 Desember mendatang. Tapi, dia ragu peningkatan jumlah penumpang di masa libur tahun baru bakal lebih besar dibanding masa libur Natal.
Baca Juga: Infrastruktur Tulungagung Bakal Jadi Prioritas GABAH, Gatut Sunu Bilang Begini
Alasannya, sebagian warga sudah mudik di masa libur Natal. Maka, jumlah penumpang mudik di masa libur tahun baru diprediksi tidak signifikan.
“Ternyata sebelum tanggal 24 peningkatannya lebih. Malah setelah tanggal 24 turun. Mungkin ada lagi (lonjakan penumpang pada, Red) 30-31 Desember. Kira-kira kisaran 30 persen,” sambungnya.
Lalu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 1 Januari mendatang. Itu tak lepas dari masa libur sekolah yang bakal berakhir di awal bulan depan.
“Biasanya pada 1 Januari. Bareng-bareng biasanya ada peningkatan luar biasa,” terangnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana