Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pakai QRIS, Pemkab Tulungagung Genjot Retribusi Parkir 2025

Redaksi Radar Tulungagung • Jumat, 3 Januari 2025 | 18:43 WIB
Pengendara motor saat membayar retribusi parkir menggunakan fitur QRIS di Jalan Basuki Rahmat Tulungagung.(YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)
Pengendara motor saat membayar retribusi parkir menggunakan fitur QRIS di Jalan Basuki Rahmat Tulungagung.(YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)

Tulungagung – Petugas parkir ilegal yang bergentayangan bikin Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung gusar.

Bahkan, OPD yang berada di Jalan Yos Sudarso Tulungagung ini berancang-ancang mengubah model pembayaran secara lebih masif.

Yakni dengan memanfaatkan QRIS sebagai pengganti pembayaran konvensional.

Hal ini untuk mengantisipasi kebocoran salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dishub Tulungagung, Johannes Bagus Kuncoro mengatakan, sebenarnya penggunaan QRIS untuk pembayaran parkir sudah diuji coba sejak 2024 lalu.

Namun kenyataannya, hasil yang didapat belum sesuai ekspektasi dinas.

“Selama 2024 masih menggunakan sistem gado-gado,” katanya, kemarin (2/1).

Bagus, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa selama penerapan uji coba ternyata masih menemui kendala.

Ternyata persentase pengguna QRIS untuk membayar parkir masih minim.

Mayoritas pemilik kendaraan lebih suka menggunakan uang cash.

"Tahun kemarin sudah diuji coba. Ada yang pakai QRIS, ada yang tidak. Pantauan kami, pecahan Rp 2.000 kadang susah dicari. Alhasil, pembayaran dengan QRIS malah lebih efektif," jelasnya.

Untuk 2025, OPD yang bertetangga dengan Terminal Gayatri ini bakal lebih menggencarkan penggunaan QRIS.

Alasannya, ini menjadi salah satu solusi dalam hal pengawasan retribusi parkir di Kota Marmer.

Mengingat, pembayaran dengan QRIS lebih praktis dibanding konvensional yang menggunakan uang.

“Ini juga menjadi upaya menekan keberadaan petugas parkir ilegal,” tambahnya.

Pria paro baya ini pun menekankan bahwa setiap petugas parkir akan dibekali barcode QRIS.

Dengan begitu, masyarakat tinggal memindai saat membayar parkir.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung Lilik Ismiati saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, metode pembayaran parkir dengan QRIS sebenarnya sudah diterapkan di banyak daerah.

Bahkan, ini dianggap lebih efektif agar retribusi yang masuk benar-benar terawasi secara maksimal.

“Kami hanya mengoordinasi, sedangkan pelaksananya adalah dishub. Nantinya itu disetor ke kas daerah,” terangnya.(mg1/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#dishub Tulungagung #pad #parkir konvensional #qris #parkir ilegal