RADAR TULUNGAGUNG – Kepala Desa Bulus, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Sutoyo, punya cara unik mengisi waktu diluar pemerintahan.
Sejak mulai menjabat pada 2013, ia tetap aktif bertani. Mengelola lahan pertanian dengan berbagai tanaman sesuai musim.
Musim hujan ia tanami bawang merah, sementara di musim kemarau, ia beralih ke kacang tanah dan jagung.
Baginya, bertani bukan sekadar hobi.
Tapi juga sumber pendapatan yang melatih kesabaran dan kemandirian.
Menurutnya hasil pertanian bukan hanya sekadar angka.
“Kalau tanah 100 meter bisa menghasilkan 14 kuintal kacang tanah, dengan harga jual Rp 8.500 per kilogram, hasilnya bisa mencapai Rp13 juta per panen. Jauh lebih menguntungkan daripada disewakan,” ujar Sutoyo.
Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak menjual hasil panen secara borongan.
Melainkan menjualnya langsung demi keuntungan lebih besar.
Di luar itu, Sutoyo ingin menjadi inspirasi bagi warganya.
Ia mengajak petani untuk tekun mengelola lahan.
Juga merawat tanaman agar hasil panen lebih maksimal.
"Bertani tidak bisa asal-asalan. Perawatan yang teliti dan pemahaman kebutuhan tanaman itu penting,” ungkapnya.
Ia pun mengajak warga untuk memanfaatkan setiap lahan kosong agar produktif dan bermanfaat.
Dengan semangat dan konsistensinya, Sutoyo tidak hanya menjadi pemimpin yang peduli, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat Desa Bulus.
Terutama untuk mengelola pertanian secara mandiri dan lebih berdaya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri