Tulungagung– Program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Marmer dimulai kemarin (6/1).
Titik yang disasar salah satunya pelajar di sekolah Al Azhaar di Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Pemkab Tulungagung memastikan program ini akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitas dan dampaknya.
Proses distribusi makanan dilakukan secara cermat.
Setiap porsi makanan telah disesuaikan dengan kandungan gizi yang diperlukan sesuai usia.
Untuk anak SD dan SMP, kandungan gizinya sama, namun porsi makanan untuk SMP lebih besar.
“Disertai dengan tambahan susu yang juga lebih banyak, mengingat kebutuhan gizi anak SMP yang lebih tinggi,” ujar Sekda Tulungagung, Tri Hariadi yang meninjau langsung pelaksanaan MBG.
Sekitar 1.386 porsi makanan dibagikan di SMP Islam Al Azhar Tulungagung pagi kemarin.
Menurut informasi, pada 13 Januari mendatang, program ini akan melibatkan 25 sekolah di sekitar Pondok Al Azhar, dengan total keseluruhan 3.470 porsi makanan yang akan didistribusikan.
“Memang ini kan masih awal-awal. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar juga terkait dengan pemenuhan kebutuhan anak-anak ini juga tercukupi semua,” katanya.
Pria ramah itu menegaskan, ada berbagai efek positif dari pelaksanaan program MBG.
Mulai peningkatan kecerdasan pelajar, membuka lapangan kerja, penyerapan komoditas pangan lokal, hingga pemberdayaan usaha kecil dan mikro.
“Kegiatan (MBG, Red) ini akan menggerakkan pelaku-pelaku ekonomi lokal, menciptakan peluang kerja, dan memberdayakan usaha kecil di sektor pangan,” jelasnya.
Program ini, lanjut Tri, tidak hanya memberi dampak positif pada sisi ekonomi, tapi juga pada edukasi anak-anak.
Seperti yang terlihat, setiap sesi makan dimulai dengan doa bersama, yang diharapkan dapat membangun karakter dan kebersamaan, terutama di kalangan pelajar SD dan SMP.
Selain itu, pemberian makan bergizi diharapkan dapat mendukung perkembangan otak dan tubuh anak-anak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
"Sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas, kita ingin anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, agar generasi masa depan siap untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa," paparnya.
Meskipun ada beberapa kendala di tahap awal pelaksanaan, dia memastikan bahwa program ini terus dievaluasi dan akan disempurnakan untuk memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di Kabupaten Tulungagung.
Seperti diketahui, program MBG tidak hanya dilaksanakan di Tulungagung.
Namun secara serentak di beberapa daerah lain di Jawa Timur. Termasuk Kabupaten Magetan dan Bojonegoro. (dit/wen)
Editor : Vidya Sajar Fitri