Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Biaya Haji untuk Tulungagung Berapa? Kankemenag: Tunggu Keppres Turun

Redaksi Radar Tulungagung • Kamis, 9 Januari 2025 | 00:22 WIB

 

RINDU: Terlihat jemaah  haji tersenyum gembira  saat bertemu dengan  keluarganya.
RINDU: Terlihat jemaah haji tersenyum gembira saat bertemu dengan keluarganya.

Tulungagung - Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1446 Hijriah turun Rp 614.421 dari 2024.

Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Tulungagung menunggu keputusan presiden (keppres) dalam pemberlakuan biaya haji 2025.

Penetapan turunnya Bipih yang ditanggung oleh setiap jemaah haji rata-rata Rp 55.431.750,78, yang akan dialokasikan untuk biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi Makkah dan Madinah.

Sementara 38 persen lainnya diambil dari nilai manfaat yang dianggarkan untuk biaya penyelenggaraan haji di Arab Saudi dan dalam negeri.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Suryani mengatakan, keputusan ongkos haji tersebut masih menjadi standar nasional.

Penerapan pada tingkat provinsi menunggu keppres sehingga biaya haji akan dikalkulasikan setiap embarkasi.

Salah satu titik pemberangkatan jemaah haji Tulungagung dari Juanda, Surabaya.

Namun, biaya yang ditetapkan untuk perjalanan jemaah haji masih belum terperinci.

"Berlakunya biaya perjalanan haji di Tulungagung belum tahu apakah turun atau naik, hal itu berkaitan dengan embarkasi di Juanda, Surabaya," jelasnya, kemarin (7/1).

Suryani menambahkan, biaya transportasi menjadi salah satu pemicu kenaikan biaya perjalanan jemaah haji.

Pasalnya, pesawat yang digunakan biasanya berbeda dengan wilayah embarkasi yang lain.

"Pada 2024, biaya perjalanan paling mahal ada di Jatim dikarenakan pesawat yang digunakan milik Saudi Airlines. Sedangkan embarkasi lain melakukan penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia," tambahnya.

Dia berharap ongkos haji turun dari standar nasional sehingga biaya Bipih yang dibebankan pada calon jemaah haji tidak terlalu berat.

Dia menambahkan, hal itu untuk memastikan bahwa turunnya biaya haji tidak mengurangi kualitas dalam pelaksanaan haji.(mg1/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bipih #haji #Kankemenag #kemenag #surabaya