Tulungagung – Meski Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai digulirkan pekan ini, pemkab melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop da UM) Tulungagung memastikan bahwa jumlah koperasi yang digandeng dalam program belum mengalami perubahan.
Sebab, dinas juga perlu menanti petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk penerapan program lebih lanjut.
Kepala Dinkop dan UM Tulungagung, Slamet Sunarto mengungkapkan, dinas sudah mengirimkan draf berisi daftar koperasi yang digandeng dalam program MBG.
Hasilnya sampai saat ini dinkop dan UM memang belum mendapat jawaban resmi.
“Terkait dengan MBG yang dikaitkan dengan koperasi, sekali lagi kita sudah menyampaikan Kementerian Koperasi. Namun demikian, kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas koperasi kabupaten-kota. Sampai saat ini kita masih menunggu juklaknya,” bebernya.
Dia memastikan seluruh koperasi dalam keadaan siap.
Disinggung soal kuantitas, Slamet mengungkapkan bahwa jumlah koperasi belum mengalami perubahan dari yang diajukan.
Yaitu, sembilan unit koperasi.
“Intinya yang kita sodorkan itu koperasi-koperasi yang secara kuantitatif bisa memenuhi kegiatan MBG. Sampai sejauh ini nggak (perubahan, Red). Dan itu sudah masuk ke Kementerian Koperasi. Kita tinggal menunggu reaksi selanjutnya dari kementerian,” ujarnya.
Jika juknis-juklak dari pemerintah pusat turun, tugas dinas selanjutnya adalah untuk memastikan keberlangsungan koperasi yang digandeng.
Baik dari segi kualitas SDM hingga kesinambungan produk yang disediakan untuk menyuplai kebutuhan MBG.
“Kita menyiapkan dari sisi SDM maupun dari sisi produknya. Apabila itu memenuhi syarat, kita langsung memproses sesuai dengan prosedur yang dilakukan dalam jumlah tersebut,” akunya.
Dia juga menyinggung potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup masif dari program MBG di lembaga sekolah.
Itu sebabnya, dia meminta seluruh pihak terkait bekerja sama agar seluruh tahapan dalam MBG dapat dijadikan perhatian bersama.
“Namun demikian, yang menjadi gol kami, seumpama kurasi itu bisa masuk, kami optimistis sekali itu akan bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Khususnya ekonomi lokal di suatu kabupaten atau daerah, khususnya di Tulungagung,” pungkasnya.(dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri