KOTA, Radar Tulungagung - Jumlah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang melibatkan bus umum di Tulungagung di tahun 2024 mengalami penurunan signifikan. Meski jumlah kasus menurun, korban meninggal dunia akibat laka bus umum ditahun 2024 masih sama dengan tahun sebelumnya.
Diketahui PO Harapan Jaya dan PO Bagong menjadi perusahaan transportasi yang menyumbang laka bus umum terbanyak di Tulungagung.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, jumlah kecalakaan lalu lintas yang melibatkan bus umum di Kabupaten Tulungagung di tahun 2024 ini mengalami penurunan. Diketahui pada tahun 2023, kecelakaan bus umum setidaknya ada 14 kasus kecelakaan.
Berdasarkan data, pada tahun 2024 ini kecelakaan bus umum ada 9 kasus kecelakaan. Kendati mengalami penurunan jumlah kasus laka, korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus umum ini sama-sama menewaskan 3 korban.
“Jumlah kasus kecelakaan bus umum ini turun, tetapi jumlah korbannya masih sama,” jelasnya kemarin (12/1).
Dari data tersebut, diketahui jumlah korban luka ringan akibat kecelakaan bus umum ditahun 2023 ada 13 korban dan ditahun 2024 ada 10 korban. Adapun keruigian materiil dalam kasus ini, pada tahun 2023 sekitar Rp 32 juta dan ditahun 2024 sekitar Rp 45 juta.
Kemudian untuk penanganan kasus kecelakaan bus umum ini, mayoritas dapat diselesaikan dengan restorative justice (RJ). Damana hanya ada 1 kasus ditahun 2024 yang diproses secara pidana dengan jumlah tersangka ada 1 orang.
“Hampir semua penanganan kasus kecalakaan bus umum ini diselesaikan dengan RJ, hanya satu kasus ditahun 2024 yang berlanjut diproses secara pidana,” ucapnya.
Sebaran lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) laka bus umum ini tersebar di wilayah Tulungagung. Rincinya, pada tahun 2023, belasan laka bus umum tersebar di Kecamatan Tulungagung, Ngantru, Kedungwaru, Boyolangu, Pakel dan Gondang.
Lalu pada tahun 2024, TKP laka bus umum berada di Kecamatan Sendang, Tulungagung, Kedungwaru, Ngantru, Sumbergempol dan Gondang.
“Kalau untuk TKP laka bus umum ini cukup tersebar di wilayah Tulungagung, seperti di Kecamatan Tulungagung, Ngantru, Kedungwaru,” ungkapnya.
Kemudian untuk penyumbang jumlah laka bus umum terbanyak di Tulungagung diduduki oleh dua perusahaan tranportasi. Adapun keduanya yakni PO Harapan Jaya dan PO Bagong.
Diketahui pada tahun 2023, PO Harapan Jaya mengalami laka sebanyak 7 kali dengan 1 korban meninggal dunia dan PO Bagong mengalami laka 4 kali dengan 1 korban meninggal dunia.
Pada tahun 2024, PO Bagong mengalami laka sebanyak 5 kali dengan 2 korban meninggal dunia dan PO Harapan Jaya mengalami laka 3 kali dengan 1 korban meninggal dunia.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz