KALIDAWIR - Warga Desa Salak kembang, Kecamatan Kalidawir resah. Pasalnya, jalan penghubung antar desa disana rusak. Parahnya, tidak pernah diperbaiki selama 10 tahun terakhir. Salah satu jalan yang rusak yakni penghubung utama SMP Sanawiyah Tunggangri dengan lahan pertanian setempat. Yakni masuk
Dusun Salakan hingga Kembangan. Pantauan di lokasi, kondisi jalan ini bak medan off road.
Aspal sudah tak lagi ada. Hanya ada pasir, tanah, dan bebatuan. Ketika musim hujan seperti sekarang, jalan berubah menjadi kolam. Kondisi itu menghambat mobilitas warga. Terlebih jalan tersebut menjadi jalur vital
menuju sekolah dan lahan pertanian. “Jalannya berlubang dan tergenang air saat hujan. Anak-anak sering terlambat ke sekolah, dan petani mengeluh biaya transportasi naik karena akses sulit,” ujar Kepala Desa (Kades)mSalak kembang, H Agus Supriyanto. “Jalan ini penting untuk anak-anak sekolah dan distribusi hasil
panen. Kerusakan ini sangat menghambat kehidupan warga,” imbuhnya.
Pria ramah itu mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan berulang kali melalui musyawarah pembangunan desa (musrenbang) desa. Namun hasil nihil. Sebab, belum pernah direalisasikan oleh pemerintah kabupaten. “Kami sudah lelah mengajukan. “Kami hanya bisa berharap 2025 ini pemerintah kabupaten turun tangan,” katanya. Perbaikan infrastruktu, lanjut Agus, menjadi support sistem utama terhadap Desa Salak kembang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Padi, palawija, hingga semangka menjadi komoditas andalan
warga. Namun, kerusakan jalan ini membatasi distribusi hasil tani dan menurunkan pendapatan petani.
Warga dan pemerinta desa hanya bisa bergotong-royong menambal jalan dengan pasir dan batu (sirtu). Namun, solusi ini tak bertahan lama, terutama saat musim hujan. “Kami butuh tindakan nyata, bukan janji
kosong,” tegas Agus.
Harapan besar kini tertuju pada pemerintah kabupaten agar segera memperbaiki infrastruktur jalan. Warga Desa Salak kembang kini hanya bisa berharap agar keluhan mereka yang telah bertahun-tahun diabaikan segera mendapatkan perhatian pemerintah kabupaten. ***
Editor : Firman Aji Saputra