RADAR TULUNGAGUNG - Luas wilayah dan jumlah penduduk bisa mempengaruhi besaran dana desa (DD) yang diterima desa di Tulungagung.
Belum lagi dengan keberadaan alokasi kinerja dana desa (AKDD) yang sebenarnya bisa mendongkrak perolehan desa di Tulungagung.
Baca Juga: Tingkat Kriminalitas di Tulungagung Menurun, Kasus Curat Mendominasi
Tak mustahil, selain ada desa di Tulungagung yang mendapat dana desa tinggi, ada juga yang rendah.
Berikut profil lima desa di Tulungagung yang pada 2025 mendapat dana desa dengan jumlah terendah.
1. Desa Kasreman, Kecamatan Pakel
Desa Kasreman merupakan salah satu desa di Kecamatan Pakel, Tulungagung.
Desa ini mempunyai wilayah seluas 87.36 hektare.
Baca Juga: Enam Kades di Tulungagung Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Selama Tahun 2024
Jumlah penduduk sebanyak 1251 jiwa, terdiri dari 635 penduduk laki-laki dan 616 penduduk perempuan.
Dengan total Kepala Keluarga (KK) sebanyak 443.
Mata pencaharian utama penduduk adalah sebagai petani, dengan luas lahan sawah sebesar 52.41 ha dan pekarangan 34.95 ha.
Sedangkan untuk produk unggulan pertanian padi.
Terdapat fasilitas pendidikan cukup memadai dari mulai tingkat play group sampai SD.
Juga terdapat fasilitas kesehatan berupa posyandu, serta terdapat tempat beribadah 1 masjid dan 4
musalla.
Secara administratif, Desa Kasreman terbagi menjadi 4 rukun warga dan 8 rukun tetangga.
Pada 2025 ini, Dea Kasreman hanya mengantongi dana desa sebesar Rp 673.067.000 atau paling rendah dari 257 desa di Tulungagung.
2. Desa Singgit, Kecamatan Bandung
Desa Singgit terletak di Tulungagung barat, tepatnya di Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Luas wilayah Desa Singgit terhitung sempit, karena tidak sampai 1 kilometer persegi atau tepatnya 0,70166 kilometer persegi atau 70,166 hektare.
Baca Juga: Istimewa, 38 Desa di Tulungagung Diganjar Alokasi Kinerja Dana Desa (AKDD), Mana Saja Mereka?
Jumlah penduduk Desa Singgit sebanyak 985 jiwa terdiri dari 479 laki-laki dan 506 perempuan.
Masyarakat Desa Singgi tersebar di 2 dusun, 4 RW, dan 8 RT.
Besaran dana desa yang diperoleh Desa Singgit pada 2025 ini pun hanya sebesar Rp 677.753.000.
3. Desa/Kecamatan Pakel
Status Desa Pakel memang ibu kota Kecamatan Pakel, Tulungagung.
Namun jika berbicara dana desa 2025, Desa Pakel hanya mendapat kucuran Rp 683.237.000.
Secara geografis, Desa Pakel termasuk wilayah yang memiliki persawahan dan sebagian besar dataran rendah.
Baca Juga: Jalur Desa Salakkembang Bak Jalur Off Road Hambat Mobilitas, Warga Berharap segera Diperbaiki
Luas wilayah Desa Pakel keseluruhan adalah 118,165 hektare.
Jumlah penduduk Desa Pakel sebanyak 1.352 jiwa yang tersebar di 2 Dusun, 3 RW, dan 9 RT.
Dari jumlah tersebut, terdiri dari 656 laki-laki dan 696 perempuan.
4. Desa Pecuk, Kecamatan Pakel
Lagi-lagi Kecamatan Pakel, Tulungagung menyumbang nama desa yang menjadi penerima dana desa terendah.
Kali ini adalah Desa Pecuk yang pada 2025 ini mendapat dana desa sebesar Rp 691.055.000
Wilayah Desa Pecuk terletak pada wilayah dataran rendah dengan luas 118.490 hektare.
Jumlah penduduk Desa Pecuk sebanyak 1.308 jiwa yang tersebar di 2 Dusun, 4 RW, dan 10 RT
Dari jumlah tersebut, terdiri dari 646 laki-laki dan 662 perempuan.
5. Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan
Desa di Tulungagung yang menduduki peringkat kelima besaran dana desa 2025 adalah Desa Jatidowo.
Pasalnya pada tahun ini Desa Jatidowo mendapat kucuran Rp 698.627.000.
Desa Jatidowo adalah salah satu desa di Kecamatan Rejotangan yang memiliki wilayah 93.733 hektare.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Kiai Diduga Rudapaksa Santriwati di Trenggalek, Terdakwa Tolak Hasil Tes DNA
Jumlah penduduknya sebanyak 1.328 jiwa, terdiri dari 660 laki-laki dan 668 perempuan.
Sebagian besar lahan dipakai untuk usaha pertanian sawah, tegal/ladang, pemukiman, dan pekarangan.
Usaha sawah didominasi oleh tanaman pangan padi, sedangkan usaha hortikultura menghasilkan komoditas cengkeh.
Baca Juga: Beri Ilmu dan Pengalaman Siswa tentang Jurnalistik, Ini yang Dilakukan SMKN 1 Suruh
Usaha ekonomi unggulan masyarakat lainnya adalah peternakan sapi dan perikanan ikan air tawar.
Telah terdapat fasilitas pendidikan yang cukup representatif, terbukti dengan keberadaan sarana pendidikan dari jenjang play group, TK, SD, serta lembaga pendidikan agama.
Tersedia juga fasilitas kesehatan berupa yayasan pengobatan masyarakat dan toko obat.
Secara administratif, Desa Jatidowo terbagi menjadi 4 RW dan 10 RT. ***
Editor : Dharaka R. Perdana