KOTA, Radar Tulungagung - Ribuan pencari kerja di Tulungagung telah mendapatkan pekerjaannya di sepanjang periode tahun 2024. Diketahui penempatan ribuan pencari kerja tersebut didominasi oleh pekerjaan di luar negeri. Hongkong, Taiwan dan Korea masih menjadi primadona Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso mengatakan, selama periode tahun 2024, jumlah pencari kerja di Tulungagung mencapai 4.147 orang. Diketahui data tersebut didapat dari permohonan kartu kuning pencari kerja.
Ribuan pencari kerja tersebut, setidaknya 3.571 pencari kerja sudah mendapatkan pekerjaan. Menurutnya sekitar 86 persen pencari kerja di Tulungagung telah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan minatnya.
Baca Juga: Catat, Lima Penerima Dana Desa (DD) Terendah 2025 di Tulungagung, Kecamatan Pakel Sumbang Tiga Desa
“Jadi dari total pencari kerja itu ada 86 persen sudah mendapatkan pekerjaan,” jelasnya kemarin (15/1).
Diketahui ribuan pencari kerja yang telah mendapatkan pekerjaan tersebut, didominasi oleh pekerjaan yang di tempatkan di luar negeri. Adapun negara tujuannya yakni Hongkong, Taiwan dan Korea.
Berdasarkan data, penempatan pekerja di luar negeri ini mencapai 3.405 pekerja. Rincinya, ada 1.542 pekerja laki-laki dan 1.863 pekerja perempuan.
Baca Juga: Enam Kades di Tulungagung Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Selama Tahun 2024
“Kalau pekerja yang di tempatkan di dalam negeri ada 166 pekerja dengan 85 pekerja laki-laki dan 81 pekerja perempuan,” ucapnya.
Pekerja yang ditempatkan di luar negeri ini, memberikan dampak positif bagi remitansi PMI. Dimana remintasi PMI di tahun 2024 ada sebanyak Rp 2,3 triliun atau naik sekitar Rp 200 miliar dari tahun 2023 lalu.
“Kalau jumlah PMI di Tulungagung mengalami penurunan dibanding sebelum musim pageblug pandemi,” ungkapnya.
Baca Juga: Enam Kades di Tulungagung Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Selama Tahun 2024
Pihaknya kesulitan dalam memantau usia kerja atau pencari kerja yang tidak memiliki kartu kuning. Menurutnya sulit untuk memantau pencari kerja yang belum mengantongi kartu kuning tersebut. Dimana usia kerja atau pencari kerja yang belum mengantongi kartu kuning masuk dalam kategori pengangguran.
Diketahui tingkat pengangguran terbuka di Tulungagung mencapai 4,6 persen. Dimana tingkat pengangguran terbuka di Tulungagung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
“Ada penurunan dari tahun sebelumnya. Artinya masyarakat yang bekerja di Tulungagung tahun 2024 ini ada peningkatan sehingga tingkat penganggurannya menurun,” tutupnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz