Terdampak Musim Penghujan, Segini Pendapatan Perahu Tambangan di Tulungagung

Redaksi Radar Tulungagung • Dipublikasikan Kamis, 16 Januari 2025 | 00:22 WIB
Suasana tambangan tradisional di Lingkungan 9, Desa/Kecamatan Ngunut yang terdampak musim penghujan hingga omzet menurun.(SANDY SY/RADAR TULUNGAGUNG)
Suasana tambangan tradisional di Lingkungan 9, Desa/Kecamatan Ngunut yang terdampak musim penghujan hingga omzet menurun.(SANDY SY/RADAR TULUNGAGUNG)

Tulungagung - Musim penghujan bikin omzet jasa perahu penyeberangan atau tambangan di Tulunaggung merosot.

Contohnya di tambangan Pema Express di Lingkungan 9 Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Tidak tanggung-tanggung, omzetnya turun hingga 70 persen.

"Mau bagaimana lagi, ya dijalani saja. Daripada nganggur di rumah," kata Suwandi, salah satu pekerja perahu tambangan Pema Tulungagung, kemarin (14/1).

Menurut Wandi, dulu di penyeberangan Pema ini omzetnya berkisar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta dalam 24 jam.

Tapi sekarang hanya berkisar Rp 1 juta.

"Omzet itu disetor kepada pemilik perahu di Srengat. Saya hanya pekerja yang dibayar juragan," ungkapnya.

Penyeberangan Pema tergolong tambangan yang cukup besar sehingga juga beroperasi untuk jasa penyeberangan mobil.

Dijelaskan Wandi, sebenarnya ada beberapa penyebab turunnya omzet jasa penyeberangan di Pema tersebut.

Antara lain, saat ini hampir semua tambangan juga bisa menyeberangkan mobil.

"Kalau dulu jarang yang perahunya besar dan bisa menyeberangkan mobil," tambah Win, pekerja yang lain.

Namun, penyebab utama turunnya omzet kali ini adalah debit air Sungai Brantas yang tinggi. Bahkan, pekan lalu, penyeberangan ini sempat berhenti beroperasi karena arus sungai yang deras dan meluap.

"Kalau kondisi air sedang meluap, kami libur. Tidak berani ambil risiko. Selain itu, pemakai jasa penyeberangan juga miris," kata pekerja yang lain.

Penyeberangan Pema ini menghubungkan antara Desa/Kecamatan Ngunut dengan Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Pantauan koran ini, suasana di tambangan Pema sekitar pukul 09.00 kemarin tampak lengang.

Hanya berkisar tiga penumpang perahu setiap kali penyeberangan.

Mereka yang menggunakan jasa penyeberangan umumnya adalah pelanggan.

"Setiap ke Blitar, saya selalu lewat tambangan ini," kata Didik, warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, yang kemarin menggunakan jasa tambangan. (mg2/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Radar Tulungagung
sungai brantas perahu penyeberangan Kecamatan Ngunut tambangan omzet