Tulungagung - Peristiwa kebakaran di Tulungagung mengalami kenaikan signifikan pada 2024.
Tercatat ada 103 kasus kebakaran atau naik 26 kasus dibanding 2023 dengan total 77 kasus.
Paling banyak kebakaran rumah dengan total 101 kasus.
Kasi Operasi dan Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, penyebab kebakaran tidak lain lantaran cuaca dengan suhu tinggi, serta faktor manusia menjadi salah satu penyebab kebakaran.
"Jika pada musim kemarau, risiko kebakaran semakin tinggi. Sehari, kasus kebakaran bisa mencapai 4 kali," ujar pria berkacamata tersebut.
Bambang -sapaan akrabnya- menambahkan, kebakaran paling banyak adalah kebakaran rumah.
Salah satu penyebabnya merupakan kompor gas elpiji.
Menurut data kebakaran dan nonkebakaran evakuasi 2024, terdapat 101 total skala kebakaran.
Paling banyak Kecamatan Kedungwaru dengan 24 kasus kebakaran.
Kemudian, data nonkebakaran atau evakuasi tertinggi yaitu tawon dengan 384 kasus, sedangkan ular dengan total 75 kasus.
Menurut Bambang, tingginya kasus tawon dan ular disebabkan karena Oktober hingga Maret adalah musim berkembang biaknya tawon dan ular.
Alhasil, hewan tersebut bisa menyebar di permukiman warga.
Baca Juga: Waduh, Pemkab Trenggalek Tutup Sementara Operasional Pasar Hewan
Bambang Pidekso mengimbau masyarakat perlu waspada, baik terhadap cuaca, manusia, maupun hewan.
Para masyarakat seharusnya tidak sembrono karena kejadian kebakaran sendiri penyebabnya tidak lain karena ulah manusia.
"Masyarakat perlu sadar dan waspada terhadap cuaca atau hewan di lingkungan sekitar, sehingga kasus kebakaran bisa dicegah," pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri