KALIDAWIR – Infrastruktur jalan di Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir, rusak parah. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas jika tak ingin “kesandung” (terjatuh). Kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun itu hingga kini belum diperbaiki.
Kepala Desa (Kades) Tanjung, Imam Mahmudi mengaku, jalan aspal di wilayah tersebut rusak parah sejak 6 tahun terakhir. Selama itu, tidak pernah ada perbaikan dari pihak pemerintah daerah.
“Jalan-jalan aspal yang sebelumnya dibangun dengan dana PU dan BK, kini rusak parah. Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal melalui musyawarah kecamatan hingga ke dinas PU, tetapi belum ada tanggapan,” ungkap pria yang menjabat kades sejak 2013 itu.
Imam mengatakan, kerusakan jalan terjadi hampir di seluruh ruas jalan di dua dusun. Yakni, Dusun Tanjung dan Dusun Bandil. Kondisi ini menghambat mobilitas warga, terutama petani yang membutuhkan akses jalan untuk mengangkut hasil panen.
“Akibat jalan rusak, banyak warga mengeluh karena aktivitas ekonomi terganggu. Transportasi menjadi sulit dan ada beberapa warga yang jatuh saat melintas,” ujarnya.
Pemerintah desa sendiri telah memperbaiki sementara dengan cara menimbun ataupun menambal menggunakan semen memakai dana swadaya masyarakat. Namun, langkah itu tidak cukup untuk menangani kerusakan secara menyeluruh.
“Kami berharap pemerintah kabupaten, terutama dinas PU, segera merespons pengajuan proposal kami. Perbaikan jalan ini sangat penting untuk meningkatkan akses ekonomi dan sosial warga,” jelasnya.
Sebagai jalan utama yang mendukung mobilitas dan potensi ekonomi desa, kerusakan infrastruktur ini menjadi tantangan besar bagi kemajuan Desa Tanjung. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kondisi jalan yang memprihatinkan ini dapat diperbaiki. ***