Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Elpiji Melon Naik, Pedagang Makanan di Tulungagung Siap-Siap Ubah Harga Jualan

Redaksi Radar Tulungagung • Kamis, 16 Januari 2025 | 23:16 WIB
Deretan tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan milik Wanto di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, kemarin (15/1). Kenaikan si tabung melon bisa berimbas ke banyak hal.
Deretan tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan milik Wanto di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, kemarin (15/1). Kenaikan si tabung melon bisa berimbas ke banyak hal.

Tulungagung – Masyarakat Tulungagung terkesan adem ayem menyikapi kenaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg kemarin (15/1).

Alasannya, kenaikan harga menjadi Rp 18 ribu itu tidak disertai kelangkaan si tabung melon di lapangan.

Kendati demikian, ada beberapa pedagang di Tulungagung yang berancang-ancang menaikkan harga jual dagangan.

Nuri, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, menilai kenaikan harga elpiji melon terhitung wajar.

Bahkan, dia menganggap harga di pasaran juga tidak terlalu tinggi.

“Tidak masalah naik harga, kan masih terjangkau,” katanya, saat sedang berbelanja elpiji di warung peracangan di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Hal senada diungkapkan Sunyoto, pemilik warung makan di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru.

Dia mengaku kenaikan harga elpiji tabung 3 kg ini tidak berpengaruh banyak baginya.

Harga makanan tetap seperti sebelum kenaikan harga elpiji.

"Bagi saya mboten pengaruh, harga makanan di sini tetap seperti biasa," ungkap pria yang juga hobi menyanyi itu.

Berbeda dengan Widi, salah satu pedagang gorengan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.

Dia terpaksa menaikkan harga dagangannya sejak mengetahui harga elpiji tabung 3 kg akan naik.

"Harga gorengan sudah saya naikkan kemarin, dari harga Rp 500 per biji, sekarang jadi Rp 1.000-an. Biar nggak kaget. Untuk sementara, para pembeli juga tidak ada keluhan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, kenaikan harga elpiji ini sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024 tentang HET elpiji.

Bahkan, pengkalan elpiji sudah mengetahui hal tersebut sejak Desember lalu.

"Saya dapat informasi sejak Desember, tapi baru diberlakukan mulai 15 Desember ini (kemarin). Aturannya HET jadi Rp 18 ribu," jelas Wanto, distributor pangkalan elpiji PT Nugroho Jaya Sakti.

Wanto juga menjelaskan bahwa harga di toko peracangan bisa lebih mahal karena tidak ada aturan untuk HET-nya.

Apalagi, kenaikan harga elpiji tabung 3 kg murni karena kebijakan dari pemerintah.

"Kalau di toko pengecer bisa lebih dari Rp 18 ribu. Ini bukan karena langka, melainkan memang murni kebijakan pemerintah," ungkap pria asal Kecamatan Pagerwojo itu.

Sementara itu, menurut Sulikah, pemilik toko peracangan di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, stok elpiji tabung 3 kg kali ini cukup banyak.

Pihaknya tidak kesulitan mencari elpiji tabung 3 kg untuk dijual di tokonya.

"Di sini, saya jual Rp 18.500 dan persediaannya cukup banyak," ucap wanita berjilbab itu.(mg2/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kebijakan pemerintah #Keputusan Gubernur #kenaikan harga #het #elpiji