Tulungagung - Potensi peningkatan curah hujan diprediksi berlangsung di bulan pertama 2025 ini.
Menurut prediksi BMKG, enam bulan ke depan diperkirakan curah hujan wilayah Tulungagung normal hingga di bawah normal.
Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang mendata, sepanjang bulan Februari, Maret, dan April, hujan yang turun di Tulungagung tergolong tinggi dan menengah.
Hujan tinggi akan terjadi hampir di seluruh wilayah bagian selatan Tulungagung dengan curah hujan sekitar 301 hingga 400 mm/hari.
Prakirawati cuaca BMKG Malang, Linda Fitrotul mengatakan, curah hujan tinggi di Tulungagung disebabkan adanya La Nina melemah sehingga berdampak pada intensitas hujan meningkat dibanding normalnya.
"Peristiwa tersebut menyebabkan pertumbuhan hujan sangat tinggi. Mayoritas wilayah yang terdampak terjadi pada bagian pegunungan Tulungagung, misalnya Kecamatan Sendang dan sekitarnya," ujarnya.
Linda -sapaan akrabnya- menyebutkan, perubahan cuaca bisa disebabkan berbagai faktor.
Misalnya, perubahan iklim global serta adanya fenomena alam seperti El Nino dan La Nina yang dapat menyebabkan perubahan cuaca ekstrem.
Sementara itu, potensi curah hujan sedang akan diprediksi terjadi pada April dengan curah hujan sekitar 201 hingga 300 mm/hari.
Alhasil, sebagian wilayah Tulungagung sudah mengalami intensitas hujan rendah. Diperkirakan, Mei hingga Juli mengalami curah hujan di bawah normal atau rendah sekitar 0-21 mm/hari.
Wanita ramah tersebut menjelaskan, perkiraan rendahnya intensitas hujan akan memicu kekeringan dan dampak kelanjutan kebakaran hutan yang bakal terjadi pada puncak musim kemarau.
"Prediksi rendahnya intensitas hujan terjadi pada Juli di seluruh wilayah Tulungagung. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa terjadi bencana kekeringan serta kurangnya air bersih di wilayah Tulungagung," pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri