Tulungagung – Stok darah berbagai golongan di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Tulungagung diklaim mencukupi.
Kendati demikian, PMI Tulungagung tetap harus menjaga ketersediaan stok saat potensi demam berdarah dengue (DBD) masih tinggi selama musim penghujan ini.
Kabag Pengelolaan Donor PMI Tulungagung, Fathurrohman mengatakan, pasokan darah untuk mengantisipasi kasus DBD terhitung stabil.
Tercatat persediaan di unit donor darah mencapai 878 kantong.
"Saat ini stok darah masih aman, sekitar 878 kantong per hari ini," ujarnya kepada Radar Tulungagung, Rabu (15/1).
Fathurrohman menambahkan, permintaan darah masih terbilang aman sekitar 100 kantong per hari yang dikirim ke RSUD Iskak.
Meskipun masih normal, UTD PMI akan tetap berupaya jika permintaan darah setiap saat meningkat.
Pria berkacamata tersebut menyatakan kesadaran masyarakat Tulungagung dalam berdonor darah sudah meningkat.
Setiap hari, UTD PMI mendapati sekitar 50 pendonor darah per hari.
Alhasil mampu menjaga ketersediaan darah guna mengantisipasi sebaran DBD.
"Kesadaran masyarakat saat ini terus meningkat, apalagi para generasi muda yang sudah menjadi gaya hidup untuk mendonorkan darah," jelasnya.
Dalam sebulan, UTD PMI Tulungagung mampu menghasilkan rata-rata sekitar 2.500 darah per bulan.
Bahkan, pada Desember 2024 lalu, total darah sekitar 2.258, sedangkan usia yang aktif mengikuti donor darah antara 25 hingga 44 tahun.
"Setiap bulan, rata-rata donor darah yang dihasilkan bisa mencapai 2.500 kantong. Bahkan, pada Desember kemarin, kami mendapatkan sekitar 2.258 darah yang tersedia,” ungkapnya.
Meskipun stok darah masih stabil, UTD PMI terus melakukan promosi dan melakukan sistem broadcast jika stok darah menipis.
Hal ini untuk menjaring masyarakat bisa melakukan donor darah segera di lokasi UTD PMI atau melalui mobile unit yang tersedia.
"Jika stok menipis sekitar 500 darah, kami selalu melakukan sistem broadcast, sehingga para masyarakat mampu melakukan donor darah secepatnya," pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri