KOTA, Radar Tulungagung - Ibu dan anak dengan kendala orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) berhasil dievakuasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung pada Senin (20/1). Diketahui ibu dan anak tersebut telah menjalani pengobatan di RSJ Lawang sebanyak tiga kali.
Sub Koordinator Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Tulungagung, Heru Santoso mengatakan, ibu dan anak tersebut yakni Rusemi,50, dan Aura, 14, asal Desa Picisan Kecamatan Sendang. Dimana keduanya merupakan pasien ODGJ yang telah menjalani perawatan di RSJ Lawang sebanyak tiga kali.
Sebelumnya, Aura diikat pada bagian pinggulnya oleh ibunya Rusemi di depan ruko tepatnya di Jalan Su Tan Syahrir Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung. Mendapati hal tersebut, masyarakat setempat melaporkan kejadian ke Dinkes dan petugas langsung melakukan evakuasi.
“Ibu dan anak ini merupakan pasien yang telah menjalani pengobatan di RSJ Lawang. Keduanya telah menjalani pengobatan di RSJ Lawang sebanyak tiga kali,” jelasnya kemarin (20/1).
Terakhir pada Kamis (28/11/2024), ibu dan anak tersebut berpulang dari masa pengobatan di RSJ Lawang. Menurutnya pihak desa telah membantu dengan membuatkan rumah untuk Rusemi dan Aura. Namun keduanya memilih untuk kabur dari rumah pemberian Pemdes itu.
Kemudian untuk tindak lanjut atas evakuasi ibu dan anak dengan ODGJ tersebut akan dievakuasi ke selter Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung. Adapun pihaknya akan mengirimkan kembali ibu dan anak itu ke RSJ Lawang pada Jumat (24/1) mendatang.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinsos untuk membawa Bu Rusemi dan Aura ke selter Dinsos dan Jumat besok akan kita bawa ke RSJ Lawang,” ucapnya.
Sebelumnya setelah pulang dari masa pengobatan di RSJ Lawang, Rusemi sempat mengajukan bantuan berupa gerobak untuk mencari rosok. Namun setelah beberapa hari, keduanya telah keluar dari desa dan tidak diketahui keberadaannya.
Diketahui Rusemi mengalami gangguan skizofrenia dan Aura mengalami autisme serta retardasi mental atau keterbelakangan mental. Pihaknya juga masih akan memikirkan apa yang harus dilakukan setelah ibu dan anak tersebut pulang dari RSJ Lawang mendatang.
“Setelah ini kita bawa ke selter Dinsos dan Jumat kita bawa ke RSJ Lawang. Kalau untuk dua minggu mendatang kita masih pikirkan itu, ada pendampingan pengobatan dari bidan desa,” pungkasnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz