Tulungagung - Objek wisata Waduk Wonorejo Tulungagung akhir-akhir ini semakin sepi pengunjung.
Waduk yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, ini dulunya termasuk salah satu tempat wisata favorit masyarakat Tulungagung.
Tidak hanya warga Kota Marmer yang hobi berwisata di sini, tetapi juga banyak wisatawan dari daerah lain yang berkunjung ke waduk tersebut.
Namun, kini kondisi tempat wisata yang terletak di kaki Gunung Wilis tersebut sangatlah berbeda.
Waduk Wonorejo kini tampak sepi. Sangat sepi.
Selain sepinya pengunjung wisata, puluhan warung makanan di sepanjang jalan menuju lokasi wisata milik Jasa Tirta tersebut juga sepi.
Bahkan banyak warung yang terbengkelai dan rusak.
Hal ini juga diakui Yudiono, petugas tiket di pintu masuk wisata Waduk Wonorejo.
Dia menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir pengunjung Waduk Wonorejo mengalami penurunan drastis. Terlebih akhir-akhir ini.
Yudi bercerita, pada hari-hari biasa hanya warga sekitar yang yang berlalu-lalang.
Nyaris tidak ada pengunjung yang sengaja berwisata di Waduk Wonorejo.
"Dulu sebelum pandemi, setiap hari Minggu atau hari libur tiket yang terjual disini minimal seribu tiket. Apalagi kalau tahun baru, bisa sampai 8 ribu tiket," jelasnya.
Dia lantas membandingkan dengan penjualan tiket akhir-akhir ini.
"Sekarang hari-hari biasa hanya sekitar 10 pengunjung dalam sehari. Kalau hari libur maksimal hanya 100 tiket terjual. Bahkan kemarin di libur tahun baru 2025 ini, 1.000 tiket pun gak mampu terjual," pungkas Yudi.
Pengamatan koran ini, suasana di objek wisata sangat sepi.
Sabtu lalu, tak tampak seorang pun pengunjung.
Hanya kelihatan para Satpam yang duduk di pos penjagaan, sedangkan pada Minggu tak banyak berbeda.
Bukan hanya objek wisatanya yang sepi.
Warung-warung makanan dan minuman yang dahulu biasa ramai pengunjung, kini lengang, tak terawat, dan banyak yang tutup.
Ani, salah satu pemilik warung yang masih buka di sana, menceritakan bahwa wisata Waduk Wonorejo ini sudah lama sepi dan sekarang semakin sepi.
"Warung-warung di sini sudah banyak yang tutup. Tersisa beberapa saja termasuk kami," jelasnya.
Sama halnya dengan Rosidah, yang juga salah satu memilik warung di kawasan Waduk Wonorejo.
Dia juga menceritakan bahwa warung-warung di sini sebagian besar sudah tutup.
Sebagian hanya buka pada Sabtu dan Minggu.
"Beberapa buka cuma di Sabtu dan Minggu, karena memang sepi," ucapnya.
Warung-warung yang tersisa di kawasan wisata Waduk Wonorejo mayoritas merupakan warga setempat.
Mereka masih berharap tempat wisata ini bisa ramai dikunjungi wisatawan seperti sedia kala.
"Kalo saya tetap buka daripada nganggur di rumah. Semoga bisa ramai seperti dulu lagi," ucap Irwan, pria salah satu pemilik warung makan di sana. (mg2/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri