Tulungagung – Masyarakat Tulungagung tak perlu khawatir kekurangan pangan.
Pasalnya, pada 2024, ketersediaan pangan di Kota Marmer mengalami surplus.
Dinas ketahanan pangan (DKP) pun memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi hingga awal 2025 ini.
Kabid ketersediaan dan kerawanan pangan, Noor Erliyani mengatakan, seluruh stok komoditas pangan di Tulungagung mengalami surplus.
Terdapat 12 komoditas pangan di Tulungagung.
Semua komoditas tersebut di 2024 mengalami surplus. Salah satunya adalah beras.
Total ketersediaan stok beras di 2024 mengalami kenaikan sekitar 87,436 ton dibanding 2023 yang sejumlah 52,415 ton.
"Untuk 2024, ketersediaan beras alhamdulillah surplus sekitar 77,547 ton yang akan bertahan hingga tiga bulan ke depan," ujarnya.
Erlin -sapaan akrabnya- menambahkan, surplus tidak hanya berdasarkan ketersediaan dari produksi.
Namun juga impor bahan pangan meskipun melalui produksi lokal dari kabupaten lain.
Dengan begitu, stok pangan di Tulungagung tidak kekurangan.
Produksi beras di Tulungagung merupakan salah satu yang menopang kebutuhan beras di Jawa Timur serta memberikan suplai pada tingkat nasional.
"Dari ketersediaan tersebut, produksi beras di Tulungagung selalu meningkat karena kebutuhan masyarakat tidak fluktuatif. Artinya stabil," tegasnya.
Dibandingkan dengan 2023, kebutuhan masyarakat sekitar 9,931 ton beras.
Itu tidak jauh berbeda dengan kebutuhan masyarakat di 2024 dengan total 9,889 ton beras.
Disinggung soal program Makanan Bergizi Gratis (MBG), DKP belum memiliki tugas untuk program tersebut.
Erlin mengaku belum ada regulasi karena menunggu petunjuk pelaksanaan dari pusat.
Meski begitu, dia berharap untuk pelaksanaan MBG dari dana APBD Rp 15 M, dia bisa berkontribusi untuk komoditas pangan di Tulungagung.
"Karena ini kan belum jelas, memang sudah diusulkan Rp 15 M, tapi masih masuk ke BTT sehingga belum ada ketentuannya," pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri