Tulungagung - Jalan utama di Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Tulungagung, rusak berat sejak tujuh tahun lalu.
Masyarakat sangat mengeluhkan kondisi tersebut.
Sebab, kerusakan itu sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama kegiatan ekonomi.
"Sudah lama sekali keadaannya seperti ini, tidak ada perbaikan," kata Juwair, salah satu warga di sana.
Hal senada diungkapkan Riyanto, penjual bakso keliling di desa.
Menurut pria berusia 35 tahun ini, kondisi jalan sangat mengganggu dan menyulitkan dia bekerja.
Selain aktivitas menjadi lambat, kondisinya juga berbahaya.
Tak jarang ada pengendara terjatuh di kawasan tersebut.
"Kalau ndak hati-hati berbahaya, sering ada yang jatuh," tandasnya.
Pemerintah desa setempat juga sudah berupaya maksimal untuk mengatasi keluhan warga.
Yakni dengan cara menyampaikan dan mengadu ke Pemkab Tulungagung.
Tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan.
Kepala Desa Nglutung, Katam, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di desanya sepanjang 3 kilometer.
Terbentang di dua dusun, yaitu Dusun Wotgalih dan Dusun Cerme.
Jalan yang rusak itu tergolong jalan kabupaten.
Dengan begitu, perbaikannya harus dilakukan oleh pemkab.
"Ini jalan kabupaten, jadi kami hanya bisa mengajukan ke pemda. Setiap tahun ketika musrenbang selalu kami ajukan, tapi ya begini, belum ada respons," ucapnya.
Ditambahkan Katam, jalan tersebut terakhir dibangun pada 2014 lalu, tapi tiga tahun kemudian sudah rusak.
“Bahkan sejak 2017 kerusakan semakin parah, terus sampai sekarang jadi seperti jalan ini," tambahnya.
Katam juga menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan utama bagi warga desanya untuk beraktivitas.
"Jalan ini merupakan jalan utama di desa kami menuju desa dan kawasan lain. Masyarakat sangat berharap adanya perbaikan jalan di desa kami," tambahnya lagi.
Pengamatan koran ini kemarin (22/1), kondisi jalan utama yang menghubungkan Desa Nglutung dengan Desa Krosok terlihat rusak parah.
Sekitar 90 persen aspalnya sudah mengelupas.
Terlihat batuan-batuan besar dan runcing berserakan.
Badan jalan banyak yang bergelombang sehingga jalan itu sulit dilalui kendaraan.
"Apalagi kalau habis hujan, sangat sulit dan licin," kata warga yang lain. (mg2/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Radar Tulungagung