Tulungagung – Cuap-cuap harga tiket Waduk Wonorejo Tulungagung di media sosial membuat Perum Jasa Tirta (PJT) 1 kebakaran jenggot.
Apalagi, ada warganet yang menyebut nominal yang dibayar mencapai Rp 25 ribu sekali masuk.
Kenyataannya harga tiket hanya Rp 10 ribu di hari biasa dan Rp 12 ribu saat akhir pekan dan hari libur.
Saat dikonfirmasi, koordinator divisi pariwisata Waduk Wonorejo Tulungagung, Gangga, membantah jika harga tiket masuk Waduk Wonorejo mencapai Rp 25 ribu per orang.
Padahal kenyataannya Rp 10 ribu pada hari biasa, sedangkan pada akhir pekan atau hari libur menjadi Rp 12 ribu per orang.
"Itu tidak benar. Penentuan harga tiket di sini langsung dari pusat. Secara logika, di karcis juga tertulis nominal harga tiketnya, dan itu sudah tersistem oleh pusat," jelasnya.
Gangga sudah mendengar kabar bahwa banyak netizen mengeluhkan harga tiket masuk ke waduk.
Tetapi, dia memastikan bahwa hal itu tidak benar.
Dia menduga ada pihak lain yang sengaja memojokkan manajemen Waduk Wonorejo dengan tujuan bisnis.
"Menurut saya, ada pihak-pihak yang sengaja membuat isu seperti itu, mungkin karena persaingan bisnis," ucapnya.
Disinggung apakah ada indikasi permainan harga dari petugas loket, pria ramah ini pun membantah dengan tegas.
Bahkan, dia memastikan jika harga yang berlaku saat ini sudah ditentukan kantor pusat.
"Kalau petugas tiket tidak mungkin bermain soal harga. Karena penjualan tiket dipantau secara real time oleh pengelola pusat," tegasnya.
Disinggung kondisi sebenarnya di lapangan, Rori, petugas tiket, tidak menampik jika saat ini pengunjung memang minim dibanding dulu.
“Tetap ada, tetapi tidak seramai dulu,” sahutnya.
Koran ini juga telah membuktikan tiga hari masuk ke wisata waduk melalui pos penjualan tiket dengan cara membeli karcis masuk.
Harganya setiap kali masuk Rp 10 ribu per orang dan Rp 2 ribu untuk harga tiket motor.
Pengamatan Radar Tulungagung di lokasi wisata sehari kemarin sangat sepi.
Sejak pagi hingga pukul 14.00 hanya ada tiga cewek pengunjung wisata. Tiga pengunjung itu mengaku datang dari Tulungagung. (mg2/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri