Tulungagung - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengunjungi SDN 1 Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, kemarin (23/1), untuk meninjau pelaksanaan program Makan Gratis Bergizi (MBG).
Kunjungan ini juga bertujuan mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Tulungagung untuk lebih aktif dalam pengadaan bahan baku makanan bergizi.
Program MBG di Tulungagung juga mendapat perhatian dari Kemendes PDTT.
Hal inilah yang membuat mereka mengunjungi SDN 1 Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Mereka ingin mengetahui sejauh mana program ini berjalan.
Apalagi, kementerian yang dikomandoi Yandri Susanto ingin BUMDes di Tulungagung terlibat aktif dalam pengadaan bahan baku.
Empat BUMDes di Tulungagung, yaitu BUMDes Ngudi Sejahtera Ngunut, BUMDes Beji, BUMDes Sumberdadi, dan BUMDes Bangoan, telah menjadi bagian penting dalam pengadaan bahan pokok untuk mendukung program ini.
BUMDes Ngudi Sejahtera bahkan telah menjadi percontohan nasional sebagai BUMDes kedua di Indonesia, setelah Indramayu, yang berhasil menyuplai bahan baku untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Forum BUMDes Kabupaten Tulungagung sekaligus Head Yayasan Baitul Ilmi Sholeh dan owner Berkah Jaya Kuliner, Joko Ibrahim, juga hadir dalam acara ini.
Dia menjelaskan bahwa Berkah Jaya Kuliner turut berperan sebagai penyedia makanan gratis bergizi di wilayah Boyolangu.
“Kolaborasi antara BUMDes dan berbagai pihak di Tulungagung menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikelola secara efektif untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Kemendes PDTT, Muhammad Yasin, menekankan pentingnya inovasi desa dalam mendukung program pemerintah.
Dia mengungkapkan bahwa Permendes Nomor 1 Tahun 2025 telah mengatur penyertaan modal minimal 20 persen dari dana desa (DD) untuk mendukung usaha desa.
"DD harus dimanfaatkan untuk menciptakan usaha produktif, bukan habis begitu saja. BUMDes Ngudi Sejahtera adalah contoh bagaimana desa mampu mandiri dan mendukung program strategis," ungkapnya.
Dengan hadirnya BUMDes buah, sayur, dan sektor lain, harapannya desa-desa di Tulungagung mampu meniru keberhasilan ini untuk meningkatkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Program ini diharapkan dapat menjadi model nasional, membuktikan bahwa desa mampu berdaya saing dengan mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk kesejahteraan bersama.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri