Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Monyet di Makam Ngujang Tulungagung, Benarkah Jelmaan Pesugihan

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 24 Januari 2025 | 22:12 WIB
Kisah misteri tentang asal-usul monyet di pemakaman Ngujang Tulungagung menyimpan misteri.
Kisah misteri tentang asal-usul monyet di pemakaman Ngujang Tulungagung menyimpan misteri.

Radar Tulungagung - Pemakaman yang ada di Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru atau di sekitaran Jembatan Ngujang ini menyimpan banyak misteri. Seperti misteri dari keberadaan hewan monyet di pemakaman sisi barat.

Pemakaman ini terbagi menjadi dua sisi yang dipisahkan oleh jalan, adapun sisi barat merupakan pemakaman jawa dan sisi timur pemakaman pecinan.

Namun dari kedua sisi pemakaman ini, konon pemakaman sisi barat dijadikan tempat pesugihan.

Pada pemakaman sisi barat inilah tempat berkumpulnya ratusan monyet. Walau tidak ada kandang, monyet-monyet di pemakaman Ngujang ini bisa berinteraksi dengan pengunjung maupun pengguna jalan.

Monyet-monyet ini hidup bergerombol dengan monyet lainnya.

Terdapat beberapa versi cerita masyarakat terkait asal-usul keberadaan monyet di makam Ngujang tersebut.

Berdasarkan keterangan juru kunci, monyet berwarna abu-abu berasal dari santri nakal yang dikutuk oleh Sunan Kalijaga.

Pada saat Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran agama Islam di Tulungagung, terdapat beberapa santri yang tengah bermain di atas pohon. Mendapati hal itu, Sunan Kali jaga mengucapkan, “Waktunya mengaji kok malah naik pohon seperti kera,” ucap Sunan Kalijaga.

Dengan karomah wali dari Sunan Kalijaga, ucapan tersebut menjadi kenyataan.

Namun disisi lain, masyarakat setempat mempercayai monyet di makam Ngujang ini berasal dari jelmaan para pencari pesugihan yang sudah meninggal dunia.

Akan tetapi menurut keterangan juru kunci, hal itu hanyalah sebuah mitos yang tersebar di masyarakat.

Selain itu, monyet-monyet yang hidup di pemakaman Ngujang ini merupakan monyet biasa. Namun gerombolan monyet ini diyakini dilindungi oleh hal gaib.

Mitos lain dari masyarakat setempat, monyet di pemakaman Ngujang ini bisa menghilang. Namun hal ini juga tidak dibenarkan oleh juru kunci makam.

Menurut juri kunci, monyet ini hidup liar dan berkelompok sehingga tidak dapat dikatakan hilang lantaran wilayah pemakaman Ngujang ini luas.

Ada juga mitos, jumlah monyet di pemakaman Ngujang berjumlah tetap. Adapun monyet yang lahir dan mati tidak merubah jumlah dari gerombolan monyet tersebut.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, jumlah monyet di pemakaman Ngujang ada sekitar 40 ekor. Namun ada juga yang menyatakan bahwa jumlah monyet ada 99 ekor.

Namun mitos ini juga tidak dibenarkan oleh juru kunci makam, dimana monyet-monyet ini ada yang mati dan berkembang biak sehingga jumlahnya berubah-ubah.

Menurut juru kunci makam, jumlah monyet di pemukiman Ngujang berjumlah lebih dari 200 ekor.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#monyet ngujang #pesugihan #misteri