Saat ini konsep berlibur sambil berolahraga yang menyatu dengan alam mulai digemari. Nah, untuk mencari tempat dengan konsep seperti itu, di Tulungagung patut dicoba yakni di kaki Gunung Wilis.
Ya, bagi sebagian masyarakat Tulungagung dan sekitarnya sudah tidak asing dengan pegunungan Wilis. Sebuah deretan pegunungan yang menjadi salah satu primadona pendaki dengan segala basecamp yang hampir ada di setiap kota di karesidenan. Pesona gunung wilis menjadi sebuah daya tarik untuk menarik wisatawan maupun pegiat olahraga trail menjelajahinya.
Menurut Rheza Akbar trail runner, untuk menjelajahi keindahan Gunung Wilis di Tulungagung masyarakat bisa melalui bumi perkemahan jurang Senggani. Lokasi itu berjarak sekitar 25KM dari pusat kota Tulungagung.
“Akses ke sana bisa ditempuh menggunakan mobil pribadi atau motor, untuk sampai ke bumi perkemahan dibutuhkan waktu sekitar 30 sampai 45 menit,” ungkapnya.
Keindahan Gunung Wilis ini menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk melakukan kegiatan olahraga tail run. “ Di sana kita bisa menikmati pemandangan alam sambil olahraga, kita dapat dua yakni liburan dan badan sehat,” kata Rheza Akbar.
Untuk rute agar bisa sampai ke puncak Wilis, Rheza Akbar mengatakan, bragam pilihan rute baik rute pendek maupun rute panjang bisa menjadi opsi menarik untuk berlatih.
Jika mengikuti jalur, pegiat trai running akan diarahkan dya tujuan yakni, air terjun jurang senggani dan puncak wilis. Memulai dari parkiran bumi perkemahan, pelari bisa memulai dengan berlari menuju ke arah air terjun jurang senggani dengan jarak sekitar 5KM dengan elevation gain sekitar 700 meter-an.
Rute dimulai dengan jalan cor yang terbilang cukup menanjak dengan vegetasi sekitar berupa hutan pinus. “Masyarakat yang ingin mencoba trail running di kawasan wisata ini tidak perlu khawatir dengan marka maupun arah karena petunjuk sangat jelas terlihat.”tuturnya.
Setelah 1 kilometer berjalan, jalur akan berubah menjadi jalur tanah khas pendakian gunung dan masih dalam hamparan hutan pinus yang asri. Menyusuri lebih jauh, pegiat akan sampai pada pos 1 gunung wilis via jurang senggani berupa lahan datar berbatu yang cukup luas.
Kembali berjalan menyusuri trek, pegiat akan masuk di pintu rimba gunung wilis di mana akan ada petunjuk arah air terjun dan puncak gunung wilis. Untuk pegiat yang sudah terlatih akan butuh waktu kurang dari 1 jam untuk sampai pada air terjun jurang senggani dan butuh sekitar 1.5jam untuk yang baru mencoba trail running ke arah air terjun jurang senggani.
Berbeda dengan jalur menuju puncak wilis, pegiat akan diarahkan untuk berbelok ke kanan menyusuri tanjakan yang cukup terjal untuk bisa sampai ke pos-pos gunung wilis via jurang senggani.
Untuk mencapai puncak dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari bumi perkemahan dengan jarak 7.5KM hingga puncak dengan elevation gain mencapai 1.400 meter. “Jalur didominasi dengan trek tanah dan terdapat beberapa titik ytali untuk memfasilitasi dan mambantu pegiat untu menanjak,” jelas Rheza Akbar.
Pegiat tidak perlu khawatir dengan air minum. Karena ada pos mata air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air yang ingin mendaki maupun trail running ke puncak wilis.
“Jalur yang tergolong aman, lebar, fasiltas yang memadai dan bnayaknya penunjuk jalan menjadi salah satu tempat terbaik untuk berlatih trail running untuk pemula maupun sudah terlatih,” terangnya.
Tak jarang juga komunitas lari di Tulungagung dengan Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kabupaten Tulungagung menggelar latihan di kawasan ini.
Selain tujuan yang menarik, sepanjang jalur para pegiat trail running juga dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah, kalau beruntung pegiat bisa mendapatkan lautan awan maupun melihat hamparan perbukitan selatan Tulungagung dan waduk wonorejo.
Rheza menambahkan, selain itu adanya fasilitas umum yang cukup memadai, warung makan yang terkoordinsai menajdi hal menarik untuk wisatawan berkunjung ke bumi perkemnahan jurang senggani, Termasuk dengan banyaknya spot selfie dan berfoto.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra