Tulungagung – Pemerintah pusat belum memberi kejelasan soal kepastian program bantuan pangan di tahun ini.
Meski begitu, perlu dilakukan pengamanan stok beras jika nantinya program ini kembali digelar.
Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, David Donny Kurniawan mengaku sudah menerima informasi soal rencana kelanjutan program bantuan pangan.
Tapi, sampai saat ini belum ada penugasan resmi dari pemerintah pusat maupun Perum Bulog di tingkat pusat.
“Informasinya beras bantuan pangan ada lagi di 2025 ini. Kami belum mendapat penugasan resmi untuk penyaluran bantuan pangan,” jelasnya.
Sampai awal bulan ini, pihaknya menyiapkan beras bantuan pangan yang diperkirakan cukup untuk penyaluran hingga akhir Februari mendatang.
Tapi, Bulog belum melakukan pengepakan karena perlu melakukan pengecekan kualitas beras secara berkala.
“Artinya, ketika nanti sudah ada penugasan secara resmi, kami akan langsung melakukan repacking. Sekarang kami memang belum melakukan repacking karena belum ada penugasannya dan menghindari perkembangan hama yang tidak diinginkan,” akunya.
Meski begitu, David belum dapat merinci alokasi beras bantuan pangan akan akan disalurkan di awal tahun ini.
Tapi, dia memastikan bahwa stok beras bantuan pangan yang tersedia saat ini mencapai sekitar 8.500 ton.
“Belum tahu juga. Kalau kita merujuk jumlah penyaluran 2024 kemarin alokasinya itu 2.860 ton per bulan
Disinggung lebih lanjut terkait beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), David menerangkan bahwa di awal tahun ini Perum Bulog Tulungagung menerima penugasan dari Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog Pusat.
“Dari 1 Januari sampai 28 Februari. Untuk penugasan di bulan berikutnya kami menunggu penugasan lebih lanjut. Tapi, kami yakin pemerintah tidak mungkin membiarkan di mekansme pasar,” ucap David. (dit/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri