Radar Tulungagung – Kreativitas penghobi truk memang sungguh di luar nalar. Terlebih berkaitan dengan kata-kata yang ada di belakang bak truk.
Selain membuat gelak tawa, kalimat-kalimat di belakang bak truk juga kerap membuat nyesek.
Seperti halnya kumpulan kata-kata bak truk yang kerap berseliweran di Tulungagung, seperti berikut:
“Cidro mung formalitas, seteruse kerjo montang-manting tanpa batas,”
Sakit hati hanya formalitas, seterusnya kerja keras tanpa batas.
Kalimat ini memang serat akan realitas yang ada. Mau bagaimana pun suasana hati, pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan memang tetap nomor satu.
“Nek ora rai, yo ekonomi. Laki-laki akan dihargai jika ganteng,”
Kalau bukan wajah, ya ekonomi. Laki-laki akan dihargai jika tampan.
Kalimat satu ini cukup untuk membuat kita sadar diri. Mungkin tidak hanya laki-laki, standart rupa juga berlaku untuk perempuan juga.
Setuju gak nih??
“Yen rejekimu seret, elingo atine sopo seng mbok gawe reget,”
Kalau rezekimu seret, ingatlah hatinya siapa yang kamu sakiti.
Kalimat ini cocok sebagai pengingat atau instropeksi diri ketika sedang berkendara.
Ya cobaan memang datang silih berganti, siapa tau penyebab cobaan itu datang adalah diri kita sendiri.
“Wong nduwe gusti Allah kok bingung,”
Punya tuhan kok bingung.
Kalimat satu ini memang singkat tetapi sangat menohok.
Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan selain kepada-NYA.
“Ora popo telat sugih, sek penting ora telat sholat,”
Tidak apa-apa telah kaya, yang penting tidak telah sholat.
Wah kalimat satu ini menjadi pengingat sholat ketika bertemu di jalan.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz