Tulungagung - Momen libur panjang di akhir bulan ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur.
Kondisi ini juga berdampak pada melonjaknya jumlah penumpang kereta api (KA).
Bahkan, peningkatan jumlah penumpang terjadi sejak pekan lalu.
Selama periode libur panjang Imlek dan Isra Mikraj pada 21–31 Januari, PT KAI Daop 7 Madiun mencatat penjualan sebanyak 56.830 tiket untuk seluruh KA jarak jauh yang melintas di wilayah Daop 7.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.716 tempat duduk disiapkan khusus untuk KA keberangkatan dari Daop 7 Madiun.
Di antaranya, KA Singasari, KA Brantas, KA Bangunkarta, dan KA Kahuripan.
Hingga 27 Januari lalu, sebanyak 30.616 tiket terjual.
"Sementara 1.140 tiket masih tersedia untuk keberangkatan selama periode libur panjang ini," kata Manajer Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo.
Di periode yang sama, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun Daop 7 Madiun mengalami peningkatan cukup drastis selama libur panjang Imlek dan Isra Mikraj.
Rinciannya, 20.431 penumpang naik dan 20.506 turun di Stasiun Madiun, 8.106 penumpang naik dan 7.715 turun di Stasiun Kediri, 5.111 penumpang naik dan 5.950 turun di Stasiun Blitar, 4.762 penumpang naik dan 5.238 turun di Stasiun Tulungagung, 4.703 penumpang naik dan 4.799 turun di Stasiun Jombang.
Lalu, 3.252 penumpang naik dan 3.153 turun di Stasiun Kertosono, 2.920 penumpang naik dan 2.953 turun di Stasiun Nganjuk, 2.677 penumpang naik dan 2.550 turun di Stasiun Ngawi, hingga 1.781 penumpang naik dan 1.716 turun di Stasiun Magetan.
Kuswardojo menambahkan, hal serupa juga kembali tampak kemarin (28/1).
Volume penumpang KA jarak jauh keberangkatan Daop 7 mencapai 31.487 orang atau sekitar 138 persen dari kapasitas 22.716 kursi yang disediakan.
"Volume penumpang berangkat mencatatkan angka melampaui kapasitas yang tersedia. Hal ini disebabkan adanya penumpang dinamis yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan," sebutnya. (dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri