Tulungagung – Moda transportasi bus juga jadi pilihan masyarakat untuk tujuan berlibur atau mudik selama libur Imlek dan Isra Mikraj.
Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung mencatat lonjakan penumpang mencapai sekitar 40 persen dalam sebulan terakhir.
Periode libur panjang dimulai sejak Jumat pekan lalu.
Itu sebabnya, jumlah penumpang bus di terminal Tulungagung mengalami lonjakan secara bertahap sejak dimulainya periode libur panjang.
“Untuk mudiknya itu pada 24 dan 25 Januari. Yang tertinggi itu. Mulai (libur, Red) Jumat-Sabtu kemarin sudah banyak yang mudik,” ujar Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung Yono, melalui pengelola teknologi dan informasi Endro Budi Cahyono.
Meski puncak lonjakan penumpang terjadi di akhir pekan lalu, Endro mengungkapkan bahwa Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung masih dipadati penumpang hingga Rabu (29/1) sore.
Meski jumlah penumpang di awal pekan ini terbilang lebih rendah dari akhir pekan lalu, tapi dapat dikatakan jumlah penumpang bus selama periode libur panjang bulan ini melonjak dibanding hari normal.
“Yang kemarin itu (sekitar, Red) 3.000 penumpang karena sebagian sudah pulang. Mungkin sudah capek juga dan hari ini dibuat istirahat buat aktivitas besok,” akunya.
Secara umum, peningkatan jumlah penumpang di masa libur panjang bulan ini mencapai sekitar 40 persen dibanding hari normal.
Meski begitu, Endro menerangkan bahwa jumlah ini terbilang lebih rendah dibanding masa libur Natal dan tahun baru di akhir Desember lalu.
Menurut dia, kondisi ini disebabkan banyaknya warga yang memilih untuk berlibur atau mudik pada momen Hari Raya Idul Fitri nanti.
Di sisi lain, kondisi ini juga dipengaruhi faktor ekonomi.
“Karena Januari ini dekat dengan orang mudik tahun baru kemarin. Mendekati bulan depan itu sudah puasa. Mungkin orang juga sudah membagi untuk finansialnya. Nah, kemungkinannya seperti itu,” sebutnya.
Kondisi ini jelas direspons oleh para penyedia jasa angkutan bus yang sudah mulai menambah armada sejak akhir pekan lalu.
Hal ini dilakukan untuk mengimbangi tingginya permintaan layanan dari pelanggan selama masa libur panjang.
“Kita tidak menginstruksikan untuk menambah armada. Tapi biasanya PO sendiri sudah mempersiapkan menjelang liburan mesti ada penambahan armada yang jalan. Karena dari data produksi, mulai 24-25 (Januari, Red) itu ada penambahan armada yang beroperasi sekitar 20 persen dari hari biasa,” bebernya.
Hal ini berlaku pada semua jenis perjalanan bus. Yaitu antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP).
Meski begitu, dia mengaku belum menemui kendala berarti kendati jumlah penumpang terpantau melonjak sejak pekan lalu.
“Iya, secara globalnya itu ada penambahan, baik AKAP maupun AKDP itu ada penambahan armada yang jalan. Alhamdulillah untuk saat ini lancar, aman, nggak ada kejadian yang menonjol selama liburan,” terangnya.
Dia mengimbau agar seluruh pengguna jasa layanan transportasi bus mematuhi segala peraturan selama perjalanan atau aturan di lokasi tujuan.
Hal ini juga berlaku bagi para kru PO di masing-masing armada di momen libur panjang di akhir bulan ini.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati dan waspada dalam melaksanakan liburan panjang. Apalagi saat berwisata di suatu tempat. Mematuhi peraturan yang ada di tempat itu untuk menghindari terjadinya musibah selama liburan panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025,” tandasnya. (dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri