Organisasi keagamaan terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU), genap berusia 102 tahun di hari ini. Meski sudah banyak berkontribusi di masyarakat, pimpinan di tingkat daerah menilai ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan demi berkhidmat dan merangkul umat.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung, Bagus Ahmadi menerangkan, tema yang diusung oleh pengurus besar di tingkat pusat di hari lahir (harlah) NU tahun ini adalah Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat.
"Dari tema ini kita bisa memahami bahwa NU di usianya yang ke-102 itu harus berusaha mewujudkan kerja-kerja positif. Artinya kekhidmatan NU adalah untuk bagaimana bisa bekerja sama dengan masyarakat," ujarnya.
Itu penting demi terciptanya konsolidasi di seluruh tataran masyarakat. Dia juga menyinggung banyaknya program NU yang perlu kolaborasi dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan di masing-masing bidang.
"Bagaimana kemudian kita bisa bersinergi di antara elemen-elemen bangsa ini dalam mewujudkan program-program NU sendiri maupun program-program pemerintah. Tentu di semua bidang. Baik di bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan, semuanya," lanjutnya.
Menurut dia, harlah tahun inijdi momentum baik bagi jajaran PCNU Tulungagung. Alasannya, ada berbagai agenda positifyang bisa disosialisasikan oleh pengurus baru. Nah, itu bisa dilakukan secara efektif jika pengurus merangkul seluruh elemen di Tulungagung di harlah tahun ini.
"Maka, di situlah kemudian NU juga mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk terus menjaga kesatuan kita. Guyub rukun dalam kita dalam melaksanakan program-program kita," ucap Bagus.
Meski ada berbagai maslahat yang dirupakan sebagai bakti ke umat, Bagus menilai masih ada berbagai poin yang bisa ditingkatkan. Khususnya dalam upaya untuk mensejahterakan umat nahdliyin maupun masyarakat umum.
Bidang perekonomian di internal organisasi dinilai jadi sektor yang masih perlu peningkatan. Pasalnya, meski dikenal memiliki berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, PCNU Tulungagung masih punya pekerjaan rumah untuk memastikan program yang dijalankan berkelanjutan dan berdampak signifikan.
"Kalau di tingkat Tulungagung, barangkali gagasan utama kita adalah di bidang ekonomi. Karena kita melihat bahwa selama ini yang belum tergarap dengan baik, utamanya di lingkup nahdliyin, adalah di bidang ekonomi," kata laki-laki yang juga berprofesi sebagai pengajar di UIN SATU Tulungagung ini.
Dia mengungkapkan bahwa saat ini PCNU sedang merancng berbagai program di bidang ekonomi. berbagai program akan ditujukan sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah di antaranya adalah wacana pembentukan badan usaha baru.
"Kita berusaha nanti akan membuat perusahaan badan usaha milik NU atau BUMNU. Selama ini kan kita belum punya. Mungkin nanfi kita kaji apan yang dibutuhkan masyarakat," paparnya.
Belum optimalnya program serupa di pelaksanaan sebelumnya membuat PCNU Tulungagung perlu membuat banyak kajian di lapangan. Salah satu yang dibidik adalah dengan menggandeng pelaku usaha dan pemerintah daerah.
"Ada sinergi dengan perushaaan yang lebih besar dan pemerintah agar mereka secara kekuatan perusahaan semua ditingkatkan mutunya, kuantitasnya, dan harus punya jejaring," sambungnya.
Hal ini dia nilai jadi salah satu upaya bisa secara langsung berdampak pada kemaslahatan umat nahdliyin dan masyarakat Tulungagung secara umum. Dia berharap hal ini dapat menciptakan kesejahteraan umat dan organisasi.
"Memang kita ingi riil ada usaha ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau di kita PCNU untuk menooang operasional kegiatan organisasi itu sendiri," pungkasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra