RADAR TULUNGAGUNG - Perairan selatan Tulungagung tampaknya bakal terkena imbas cuaca ekstrem di Indonesia berupa gelombang tinggi.
Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait gelombang tinggi yang diperkirakan akan terjadi di perairan selatan Tulungagung.
Baca Juga: 3 Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem, Berikut Imbauan BMKG
Gelombang tinggi di laut yang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter dapat berisiko bagi keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.
Peringatan ini mengacu pada kondisi cuaca yang dipengaruhi angin yang cukup kencang dan tekanan atmosfer yang rendah di sekitar wilayah tersebut.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Mengintai Beberapa Perairan di Indonesia, Berikut Rinciannya
Berdasarkan analisis terbaru BMKG per 1 Februari 2025, terdeteksi adanya gangguan atmosfer di selatan Indonesia.
Khususnya di Samudera Hindia selatan Banten dan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), berupa Bibit Siklon Tropis 90S dan 99S.
Baca Juga: Waduh, Butuh Miliaran Rupiah Untuk Permak Pasar Rejotangan Tulungagung Agar Potensinya Maksimal
Kehadiran kedua bibit siklon ini memengaruhi kondisi cuaca di pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meskipun pergerakannya terpantau menjauhi Indonesia, keduanya masih berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 2-3 hari ke depan.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Tulungagung Melonjak
Selain itu, teridentifikasi pula Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Papua dan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang tinggi ini akan berdampak pada kawasan pesisir dan pelabuhan, yang sebaiknya diwaspadai oleh nelayan, kapal kecil, serta aktivitas pariwisata air.
BMKG juga mengimbau agar masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir Tulungagung untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dan menghindari kegiatan di laut apabila kondisi gelombang tinggi masih berlangsung.
Pengawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut. ****
Editor : Dharaka R. Perdana