RADAR TULUNGAGUNG – Perairan selatan Tulungagung saat ini menghadapi tantangan cuaca ekstrem berupa potensi gelombang tinggi.
Potensi gelombang tinggi ini tentu harus diantisipasi para nelayan di perairan selatan Tulungagung.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Bakal Terjadi di Perairan Selatan Tulungagung, BMKG Bilang Begini
Perairan selatan Tulungagung dikenal dengan kekayaan alam bawah lautnya, menjadi rumah bagi ribuan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Konsentrasi nelayan di perairan selatan Tulungagung tersebar di 4 kecamatan, yakni Besuki, Kalidawir, Tanggunggunung, dan Pucanglaban.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Mengintai Beberapa Perairan di Indonesia, Berikut Rinciannya
Nelayan di Tulungagung sebagian besar masih mengandalkan metode tradisional dalam menangkap ikan.
Meski beberapa di antaranya sudah mulai menggunakan alat tangkap yang lebih modern.
Masyarakat perairan selatan Tulungagung sudah lama bergantung pada hasil laut, dengan komoditas utama yang ditangkap meliputi ikan tuna, ikan kerapu, serta udang dan cumi-cumi.
Baca Juga: 3 Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem, Berikut Imbauan BMKG
Pada umumnya, nelayan di perairan selatan Tulungagung ini bekerja dalam kelompok yang terorganisir, sering kali didukung oleh koperasi nelayan setempat yang menyediakan fasilitas pinjaman peralatan, pelatihan, serta pemasaran hasil tangkapan.
Meskipun demikian, beberapa nelayan juga menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelestarian sumber daya laut yang semakin menipis dan keberlanjutan penghidupan mereka.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Tulungagung Melonjak
Sebagian besar nelayan di perairan selatan Tulungagung menghadapi tantangan besar dalam beraktivitas di laut selatan yang terkenal dengan ombak dan arusnya yang kuat.
Gelombang tinggi seringkali membahayakan keselamatan mereka, terutama selama musim peralihan antara musim kemarau dan musim hujan, yang sering disertai dengan cuaca buruk.
Beberapa kecelakaan laut yang melibatkan nelayan terjadi akibat ketidaksiapan mereka menghadapi kondisi perairan yang berubah-ubah.
Baca Juga: Sektor Wisata di Kawasan Pesisir Tulungagung Minim Asupan Infrastruktur, PAD Loyo!
Selain itu, penurunan hasil tangkapan ikan akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan ekosistem laut menjadi masalah yang dihadapi oleh para nelayan lokal.
Dampak perubahan iklim yang mempengaruhi suhu dan pola cuaca juga memperburuk kondisi, membuat nelayan harus lebih waspada dan memperhatikan ramalan cuaca secara cermat.
Editor : Dharaka R. Perdana