Meski menerima informasi soal kemungkinan tambahan dropping, Pemkab Tulungagung masih belum mendapat kepastian kuantitas vaksin PMK dari pemprov. Hal ini patut jadi perhatian, mengingat jumlah populasi sapi ternak di Tulungagung cukup besar.
Untuk diketahui, jumlah populasi sapi ternak di Tulungagung sampai saat ini mencapai angka sekitar 123.000 ekor. Sedangkan, jumlah vaksin PMK yang di-dropping dari pemprov di awal bulan ini sekitar 10.500 dosis.
Meski seluruh vaksin sudah disebar ke berbagai wilayah, tentu jumlahnya tak sebanding dengan jumlah populasi sapi. Itu sebabnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung memastikan bahwa ada banyak peternakan yang belum tercover vaksinasi.
Baca Juga: Instagram Reels Competition Menjadi Wadah Kreativitas Pelajar di Tulungagung
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, Tutus Sumaryani menerangkan, angka penyebaran PMK di Kota Marmer cukup terkendali dalam beberapa waktu terakhir meski begitu, pemkab tetap perlu melakukan antisipasi, salah satunya vaksinasi lanjutan.
“Namun demikian, belum semua wilayah (tercover, Red). Hanya beberapa desa aja yang tercover vaksinasi karena jumlah yang terbatas,” akunya.
Informasi yang dihimpun, ada kemungkinan pemprov bakal kembali melakukan dropping vaksin PMK tahap kedua di bulan ini. Sayangnya, Tutus belum dapat memastikan jumlah dosis yang akan dialokasikan untuk Kabupaten Tulungagung.
“Kemudian petunjuk dari provinsi, kemungkinan nanti 10-15 Januari mungkin nanti ada dropping lagi vaksin PMK dari Kementerian dan provinsi. Kalau jumlahnya kita belum tahu. Tapi, kalau keseluruhan di alokasi Jatim itu kemungkinan 1,6 juta dosis. Semoga nanti kita dapat alokasi yang lumayan,” ucap Tutus.
Baca Juga: Dulu Ada Jalur Kereta Uap di Malang Raya, Ini Jalur yang Dibangun Malang Stoomtram Maatschappij (MSM)
Disinggung soal tingkat kecukupan vaksin, perempuan berjilbab ini menegaskan bahwa pemkab tidak bisa sepenuhnya bergantung pada jumlah vaksin dari pemerintah pusat dan pemprov. Sebab, jumlah yang dialokasikan jauh lebih sedkikit dibanding total populasi sapi ternak.
“Jelas ndak cukup. Tapi kan untuk saat ini karena keterbatasan anggaran, baik dari pusat, provinsi, maupun daerah itu kan pemerintah mengimbau untuk dilakukan vaksinasi mandiri,” katanya.
Di sisi lain, dinas juga menerima laporan soal pelaksanaan vaksinasi mandiri di beberapa wilayah di Tulungagung. Tepatnya, di wilayah barat Tulungagung yang memang terkenal sebagai sentra penghasil susu sapi. Bahkan, setidaknya sekitar 1.400 ekor sapi disertakan dalam vaksinasi mandiri di pekan lalu.
“Jadi alhamdulillah utnuk pelaku usaha sapi perah, terutama yang di Sendang dan Pagerwojo, sudah melaksanakan sendiri,” tandasnya.