Kondisi cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan produksi perikanan tangkap di Tulungagung lesu. Pemkab harus menanti setidaknya hingga medio tahun ini sebelum akhirnya jumlah produksi diprediksi kembali meningkat.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Tulungagung, Ulul Azmi mengungkapkan, jumlah produksi di bulan ini memang belum dibukukan. Tapi, dia memastikan bahwa target produksi ikan tangkap di tahun ini sama seperti di dua tahun sebelumnya.
“(Target produksi, Red) 8 ribu ton satu tahun,” jelasnya.
Baca Juga: Umumkan Jersey Tandang Terbaru, Erspo Dapat Respon Positif
Menilik dua tahun ke belakang, lanjut Ulul, jumlah produksi ikan tangkap di Tulungagung terbilang fluktuatif. Rinciannya, produksi pada 2023 lalu hanya mencapai sekitar 6 ribu ton dari target 8 ribu ton. Lalu, jumlah produksi tahun lalu mencapai target yang dipatok, 8 ribu ton.
“Kalau yang 2023 kemarin agak turun. Dan itu skala nasional semua turun. Statement dari Menteri, seluruh Indonesia kan semua turun,” akunya.
Disinggung soal proyeksi di tahun ini, dia menilai ada potensi peningkatan produksi di pertengahan tahun. Sebab, ada kecenderungan peningkatan jumlah tangkapan di periode Agustus-September. Itu karena cuaca di laut lebih memungkinkan bagi nelayan untuk mendapat tangkapan dalam jumlah besar.
“Saya proyeksi aman, tetap sesuai target. Kalau kita melihat cuaca seperti ini mungkin ini kan di bulan-bulan September-Oktober sudah stabil lagi, sudah bisa lancar lagi. Harapan kami tetap target terpenuhi lah,” bebernya.
Baca Juga: Dulu Ada Jalur Kereta Uap di Malang Raya, Ini Jalur yang Dibangun Malang Stoomtram Maatschappij (MSM)
Dia menambahkan, faktor cuaca jadi penentu jumlah produksi ikan tangkap. Itu sebabnya, jumlah tangkapan selama periode akhir dan awal tahun cenderung lebih sedikit dibanding di pertengahan tahun. Sebab, di periode tersebut, Indonesia memasuki musim penghujan.
“Faktor terbesar perikanan tangkap faktor alam. Di periode akhir tahun dan awal tahun kondisinya gelombang tinggi. Tangkapan ikan itu sangat dipengaruhi oleh cuaca. Kalau sudah alam itu tidak bisa disiati, ujar Ulul.
Itu sebabnya dinas menilai wajar penurunan kembali terjadi saat ini. Tapi, harus dipastikan jumlah produksi kembali meningkat tajam di pertengahan tahun nanti. Hal ini patut jadi perhatian, mengingat ikan laut jadi salah satu jenis komoditas yang bernilai ekonomis.
“Agustus peralihan musim itu bagusnya di situ. Saat Agustus seperti dua kali lipat, tiga kali lipat. Ikan tangkap langsung dijual ada yang ke cold storage, ada yang dibeli perusahaan-perusahaan atau jasa pendinginan itu,” sebutnya.