Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Elpiji Bebas Dijual di Pengecer, Masyarakat Tulungagung Gembira

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 6 Februari 2025 | 00:14 WIB
HIJAU: Elpiji melon ukuran tiga kilogram.
HIJAU: Elpiji melon ukuran tiga kilogram.

Tulungagung - Masyarakat Tulungagung menyambut gembira instruksi Presiden Prabowo yang mengaktifkan kembali pengecer gas elpiji melon, kemarin (4/2).

Ini sekaligus menghapus kekhawatiran akan munculnya kelangkaan gas melon di Tulungagung.

"Ini baru presidenku. Memperhatikan kekhawatiran rakyatnya," ujar Edi, warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

Seperti yang telah diberitakan, pemerintah sempat melarang elpiji melon dijual di pengecer per 1 Februari lalu.

Aturannya, gas elpiji 3 kilogram (kg) hanya boleh diperjualbelikan oleh agen dan pangkalan resmi yang terdaftar di Pertamina.

Kemudian, nasib elpiji melon yang dijual di warung-warung peracangan akan ditarik oleh agen dan pangkalan.

Hal tersebut smpat menimbulkan kegaduhan di masyarakat, khususnya di Tulungagung.

Walaupun kebijakan itu belum berjalan penuh di Kota Marmer ini, kabar tersebut sudah membuat masyarakat resah.

Tak hanya pengecer, tapi masyarakat sebagai konsumen juga mengaku bakalan kelabakan jika terdapat aturan pelarangan penjualan gas elpiji melon oleh para pengecer.    

Namun, kini masyarakat kembali lega.

Pasalnya, Presiden Prabowo menginstruksikan pemerintahannya untuk mengaktifkan kembali para pengecer gas elpiji 3 kg di seluruh daerah di Indonesia ini.

Hal itu juga disambut gembira warga Tulungagung, karena instruksi yang dikeluarkan langsung dari presiden tersebut dinilai pro rakyat.

Instruksi Presiden Prabowo tersebut juga langsung diutarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Masyarakat dari berbagai daerah di Tulungagung mengiyakan kegembiraan tersebut.

"Saya jadi lebih lega, karena beli gas bisa tetap dekat. Kebijakan kemarin membuat kami sebagai masyarakat resah. Karena menurut kami, kasihan orang-orang yang sudah sepuh kalau kebijakan kemarin diterapkan," ungkap Alfina, warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.

Begitu pun Noradiansyah, peternak ayam asal Desa/Kecamatan Kalidawir.

Dia ikut lega elpiji tetap bisa didapatkan dari toko peracangan.

Apalagi, dia membutuhkan tabung melon untuk bahan bakar pemanas kandang.

"Pastinya ikut senang. Karena dengan instruksi Pak Prabowo, kami sebagai masyarakat sangat terbantu. Apalagi, keluarga kami peternak ayam petelur. Kami menggunakan elpiji sebagai bahan bakar pokok untuk tungku pemanas kandang," ungkapnya. (mg2/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kementerian energi dan sumber daya mineral #gas melon #Presiden Prabowo #konsumen #elpiji