RADAR TULUNGAGUNG - Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tulungagung yang terletak di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, siap beroperasi lagi.
Kendati demikian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tulungagung mengisyaratkan setiap hari maksimal hanya 6 truk tinja yang bisa dilayani IPLT Tulungagung.
Baca Juga: IPLT Tulungagung Siap Beroperasi Kembali Tanpa Menimbulkan Bau Yang Menyengat
Kepala Dinas Perkim Tulungagung, Anang Pratistianto menambahkan, IPLT Tulungagung telah dilakukan penyempurnaan dalam dua tahun terakhir.
Untuk melakukan penyempurnaan itu, dana yang telah dikeluarkan juga tidak sedikit. Yakni mencapai Rp 600 juta.
Anang melanjutkan, IPLT maksimal bisa mengolah sekitar 30 kubik lumpur tinja.
Dalam sehari, hanya dibatasi 6 truk yang diperkenankan masuk.
“Proses pengolahan lumpur tinja sampai pengeringan memerlukan waktu sekitar 2 minggu,” pungkasnya.
Sementara itu Sekda Tulungagung Tri Hariadi yakin bahwa IPLT Tulungagung tidak akan menimbulkan bau yang menyengat.
Baca Juga: Dua Bulan Kades dan Perangkat Desa di Tulungagung Tak Gajian, Ternyata Ini Biang Keroknya
Hanya saja, masih ada beberapa catatan yang harus segera dilaksanakan. Yakni perlu menambah tanaman di sekitar IPLT untuk mengurangi bau.
“Kita juga sudah audiensi dengan masyarakat sekitar. Apa yang disampaikan masyarakat sekitar sini pasti jadi masukan bagi kita untuk terus introspeksi,” katanya.
Tri Hariadi menekankan pentingnya meminimalisasi bau pada IPLT ini. Karena di sekitar bangunan tersebut terdapat permukiman warga.
Pun, ada tempat wisata petik buah belimbing. Jika IPLT masih berbau, maka masyarakat bisa terganggu dan wisata di sekitar IPLT bisa sepi.
“Harapannya, IPLT ini bisa jalan dan masyarakat juga nyaman,” katanya.
Terpenting, proses pengolahan lumpur tinja pada IPLT ini terbilang profesional.
Ada beberapa proses yang dilakukan.
Sebelumnya, beberapa uji coba juga dilaksanakan untuk memastikan lumpur tinja yang diolah aman.
“Kita kan juga ada konsultan terkait ini. Saya yakin apa yang kita lakukan sudah sesuai standar penelitian. Jadi, hasil yang dihasilkan mendekati sempurna, seperti apa yang kita minta,” tutupnya. ****