Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

CFD Ditiadakan Selama Bulan Puasa, Pemkab Wacanakan Bazar Ramadan, Ini Lokasinya

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 9 Februari 2025 | 18:46 WIB
foto: Yoga Dany Dmara/Radar Tulungagung
foto: Yoga Dany Dmara/Radar Tulungagung

Jelang bulan Ramadan, pemkab mulai menyiapkan skema bazar ekonomi mikro baru. Program ini diproyeksikan sebagai pengganti aktivitas car free day (CFD) dipastikan bakal ditanggalkan selama bulan puasa nanti.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Tulungagung, Slamet Sunarto menerangkan, dinas menggelar rapat lintas sektor. Agenda yang dibahas adalah pematangan rencana bazar Ramadan pengganti CFD.

“Intinya ada suatu usulan ke kita terkait dengan keberlanjutan pengganti dari car free day yang sekarang sudah akan memasuki masa Ramadan. Ttu kan libur, sehingga mengadakan bazar Ramadan bahasa Ramadan di (Jalan, Red) Pangeran Antasari,” sebutnya.

Baca Juga: Pemancing Hilang di Trenggalek Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Damas

Dia memastikan rencana ini juga diperdengarkan ke PT KAI yan gberwenang atas alahan di sekitar Jalan Pangeran Antasari. Slamet menambahkan, PT KAI memberi respon positif dengan sejumlah catatan.

“Dengan catatan tidak mengganggu turunnya dan keberangkatan penumpang, PT KAI pada intinya welcome. Namun demikian ada surat lanjutan untuk disampaikan ke Daop 7. Nah, kaitanya dengan itu apa-apa yang sudah menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Selain berbicara dengan PT KAI, dinas juga mebuat klausul dengan para pelaku usaha yang akan menempati plot-plot di bazar Ramadan nanti. Beberapa di antaranya mengenai luasan lapak, waktu operasional, hingga mewajibkan pedagang untuk memiliki tenda yang sesuia spesifikasi.

“Tadi kita sampaikan juga. Artinya, ada 178 pedagang yang di situ nanti wajib ada tenda 2x2 (meter, Red). Terus nanti bukanya pukul 15.00 sampai 17.00 setiap hari selama bulan puasa 30 hari penuh,” ujar Slamet.

Lalu, para pedagang bakal mengisi stan yang berada di tengah ruas Jalan Pangeran Antasari. Tepatnya, di sisi seltan gapura Kawasan Wisata Halal. Patut diingat, para pedagang tidak diizinkan menyediakan meja-kursi bagi pengunjung. Sebab, pemkab mengusung konsep belanja drive-thru di bazar Ramadan nanti.

Baca Juga: Kaum Difabel di Tulungagung Belum Diberi Fasilitas Pelatihan Kerja Khusus, Begini Penjelasan Pemkab

“Menempati tempat gate halal itu sampai 150 meter ke Selatan. Menempati di tengah jalan saling membelakangi itu. Sistemnya drive-true. Jadi tidak ada meja-kursi untuk makan di situ,” lanjutnya.

Meski suudah mencapai mufakat pada pertemuan di pekan lalu, dinas kembali berencana menggelar pertemuan lanjutan. Agenda yang dibahas adalah soal hal-hal teknis lain yang belum dibahas dan disepakati di pertemuan sebelumnya.

“Kita tidak lanjutin rapat yang akan dipimpin oleh pak sekda. Sehingga kalau lancar teman-teman dari pelaku usaha mikro itu komitmen untuk mematuhi segala aturan yang ada. Karena ada beberapa hal yang harus disinkronkan,” tandasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#bazar ramadan #wisata halal tulungagung #cfd tulungagung #pt kai #car free day #kawasan wisata halal #tulungagung #bazar ramadan tulungagung