Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Di Desa Pojok Menghawatirkan Saat Musim Hujan, Warga Ingin Pemkab Tulungagung Segera Memperbaikinya

Mukhamad Zainul Fikri • Senin, 10 Februari 2025 | 17:03 WIB

Jembatan di Desa Pojok, Kecamatan Kalidawir.
Jembatan di Desa Pojok, Kecamatan Kalidawir.

RADAR TULUNGAGUNG
- Warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, kompak ingin ada perbaikan pada jembatan di desanya.

Karena jembatan tersebut cukup vital bagi warga.

Sebagai akses mobilitas masyarakat dan memperlancar pertanian.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Pojok tahun 2025, tiga usulan utama menjadi fokus pembahasan.

Yakni renovasi jembatan di Dusun Gedangsewu, pengering jalan PU, dan perbaikan jalan aspal Perempatan Pojok.

Dari ketiga usulan tersebut, renovasi Jembatan Gedangsewu menjadi suara aspirasi terbesar warga.

Mengingat kondisi jembatan Gedangsewu yang mendesak untuk diperbaiki.

Sekretaris Desa Pojok, Miyanto (58) menerangkan bahwa jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan sektor pertanian.

Setiap musim hujan, luapan sungai Pojok yang mengalir dari Desa Pelem dan Desa Pojok sering menyebabkan banjir hingga masuk ke permukiman serta lahan pertanian.

Akibatnya, tanaman padi milik warga sering terendam dan berujung gagal panen.

“Jembatan ini terlalu rendah dan sempit, sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar saat musim hujan. Akibatnya, air meluap ke pemukiman dan sawah warga,” ujar Miyanto.

Upaya Pemerintah Desa dan Harapan ke Kabupaten Pemerintah Desa Pojok selama ini telah berupaya menangani dampak banjir dengan membangun tanggul darurat di sekitar jembatan.

Namun, solusi ini hanya bersifat sementara.

Miyanto menegaskan bahwa renovasi jembatan bukan kewenangan desa, melainkan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten.

“Kami sudah mengajukan permohonan renovasi jembatan ini selama 20 tahun, tetapi belum juga terealisasi. Kami berharap dinas terkait segera turun tangan,” tambahnya.

Kepala Desa Pojok Ismiati menambahkan selain jembatan, infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama.

Genangan air di jalan akibat sistem drainase yang buruk serta kondisi jalan aspal yang rusak menjadi keluhan warga yang telah berulang kali disampaikan dalam Musrenbang.

Desakan Realisasi dari Pemerintah Kabupaten
Musrenbang Kecamatan dan Kabupaten diharapkan dapat menjadikan usulan ini sebagai prioritas utama.

“Kami berharap pemerintah kabupaten segera merealisasikan pembangunan jembatan dan jalan yang diusulkan, agar tidak ada lagi warga yang terdampak banjir setiap musim hujan,” tegas Ismiati.

Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari dinas terkait.

Warga berharap agar pemerintah tidak hanya mencatat usulan mereka, tetapi juga segera mengambil langkah nyata demi kesejahteraan masyarakat Pojok. ***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#renovasi #jembatan #musrenbang #campurdarat